TRIBUNWOW.COM – Misi penugasan kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, di kawasan Timur Tengah resmi berakhir setelah berlayar selama sembilan bulan di tengah situasi ketegangan konflik dengan Iran pada Minggu (23/8/2026).
Seorang pejabat militer Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa armada kapal induk armada utama tersebut telah bertolak meninggalkan kawasan Timur Tengah sejak beberapa hari lalu dan diperkirakan tiba di San Diego dalam beberapa pekan mendatang.
Kepulangan armada tempur ini mencatatkan rekor sebagai salah satu periode operasi penugasan kapal induk AS terpanjang dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan laporan NBC International, USS Abraham Lincoln awalnya bertolak dari pangkalan San Diego pada 21 November dan dijadwalkan merampungkan penugasan standar pada Mei lalu.
Akan tetapi, pecahnya eskalasi konflik militer antara pihak Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada akhir Februari memaksa komando militer memperpanjang masa tugas kapal di lautan.
Imbas perpanjangan tersebut, USS Abraham Lincoln tercatat telah berlayar lebih dari 250 hari, jauh melampaui masa rotasi normal kapal induk AS yang umumnya berkisar antara enam hingga tujuh bulan.
Bahkan, kapal induk berkapasitas ribuan personel ini tercatat berada di laut lepas selama lebih dari 200 hari berturut-turut tanpa sekalipun melakukan pemberhentian atau bersandar di pelabuhan untuk perawatan rutin maupun pengisian ulang logistik sejak Desember.
Durasi operasi ekstra panjang tanpa jeda tersebut diakui memberikan tekanan tersendiri bagi kesiapan teknis kapal maupun kondisi fisik ribuan prajurit di atasnya. (*)