Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar menjalin kerja sama dengan Hartford International University for Religion and Peace dalam kajian dan penelitian perdamaian.

Kolaborasi kedua institusi fokus dalam implementasinya mencakup penelitian pada bidang kepentingan bersama, pertukaran materi akademik, pertukaran akademisi, mobilitas mahasiswa, serta penyelenggaraan seminar, lokakarya, dan kegiatan ilmiah lainnya.

Rektor Unhas Prof Dr Jamaluddin Jompa dalam keterangannya yang diterima di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, menekankan pentingnya kolaborasi akademik dalam mempertemukan beragam perspektif untuk merespons tantangan global, dengan mengangkat berbagai kearifan lokal untuk perdamaian.

Di tingkat lokal Sulawesi Selatan, kata dia, terdapat beberapa nilai yang dapat disebarluaskan sebagai dasar filosofis perdamaian antarmanusia.

“Di Sulawesi Selatan, kami memiliki nilai Sipakatau, Sipakainge, dan Sipakalebbi yang mengajarkan kami untuk saling menghormati, saling mengingatkan, serta menjunjung tinggi martabat manusia,” ujar Prof Jamaluddin Jompa.

Nilai-nilai tersebut, menurut dia, relevan dalam membangun hubungan di tengah keberagaman serta memperluas ruang kolaborasi lintas negara.

Kerja sama Unhas dan Hartford International University diharapkan akan memperkuat hubungan kedua institusi, khususnya dalam pengembangan riset dan pembelajaran.

Presiden Hartford International University for Religion and Peace, Sheryl L. Turner PhD, menyambut kolaborasi tersebut sebagai ruang untuk memperluas pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik antara kedua institusi.

“Kerja sama ini membuka peluang bagi kita untuk saling bertukar gagasan, mengembangkan penelitian, serta memperluas pembelajaran bersama. Kolaborasi seperti ini juga memungkinkan kita memahami berbagai persoalan dari perspektif dan pengalaman yang berbeda,” ujarnya.

Ia juga menyoroti keberagaman Indonesia sebagai ruang kajian yang penting dalam pengembangan penelitian. Keragaman sosial, budaya, dan agama menghadirkan konteks yang relevan untuk mengkaji interaksi antarkelompok, dialog, serta berbagai pendekatan dalam pembangunan perdamaian.