Kopra Karimun Tembus Pasar Global, Nilai Ekspor Naik
Agus Tri Harsanto August 23, 2026 11:43 AM

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Pemerintah Kabupaten Karimun terus mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal agar mampu menembus pasar internasional.

Salah satunya melalui dukungan terhadap ekspor perdana 26 ton kopra olahan milik PT Moro Maju Sejahtera, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, ke pasar luar negeri.

Kopra adalah daging buah kelapa yang dikeringkan. Bahan ini adalah produk penting untuk membuat minyak kelapa dan barang lain.

Bupati Karimun Iskandarsyah mengatakan, ekspor tersebut menjadi bukti bahwa komoditas dan produk usaha masyarakat Karimun memiliki potensi untuk bersaing di pasar global.

Sebelum menjabat Bupati Karimun, Iskandarsyah sempat menjabat Anggota DPRD Kepulauan Riau dari Partai Keadilan Sejahtera.

Menurut pria kelahiran 19 Juli 1972 ini, pemerintah daerah akan terus hadir untuk memberikan dukungan dan mempermudah pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya.

"Kita bisa lihat potensi UMKM lokal kita bisa menembus pasar global. Karena itu, sinergi ini ditujukan untuk memangkas birokrasi dan memberikan kemudahan izin ekspor bagi para pengusaha daerah," kata Iskandarsyah yang juga menjabat Ketua MPW PKS Kepulauan Riau.

Untuk mendukung kelancaran ekspor tersebut, Pemkab Karimun memfasilitasi pertemuan antara pelaku usaha dengan instansi teknis, termasuk Bea Cukai dan Balai Karantina.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses administrasi hingga rantai pasok dapat berjalan dengan baik.

Iskandarsyah menilai koordinasi lintas instansi sangat penting agar pelaku usaha daerah tidak menghadapi kendala dalam proses ekspor.

Ia juga mengapresiasi PT Moro Maju Sejahtera yang telah membawa produk olahan dari Kecamatan Moro ke pasar internasional.

"Keberhasilan usaha skala UMKM ini juga memberikan dampak sosial nyata dengan menyerap sekitar 40 tenaga kerja dari masyarakat setempat," ujarnya.

Ekspor perdana sebanyak 26 ton tersebut juga menjadi awal dari rencana pengiriman berikutnya.

Pada September 2026, PT Moro Maju Sejahtera dijadwalkan kembali mengirim empat kontainer kopra ke pasar global.

Ing Iskandarsyah menegaskan, pemerintah daerah akan terus mengawal pertumbuhan ekonomi yang berbasis pada potensi lokal.

Menurutnya, keberhasilan ekspor kopra dari Moro bukan hanya mengenai jumlah komoditas yang dikirim ke luar negeri. Namun, juga menunjukkan bahwa potensi daerah dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Capaian ini bukan sekadar angka komoditas yang dikirim ke luar negeri, melainkan bukti bagaimana potensi daerah mampu memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan warga," kata Iskandarsyah.

Ia memastikan Pemkab Karimun akan terus membuka ruang kolaborasi bagi pelaku usaha, termasuk dalam hal perizinan dan koordinasi dengan instansi terkait.

"Ketika pemerintah hadir, pelaku usaha tumbuh dan ketika usaha tumbuh, masyarakat ikut sejahtera," ungkapnya.

Dengan dukungan tersebut, Pemkab Karimun berharap semakin banyak produk unggulan daerah yang mampu menembus pasar nasional maupun internasional.

Ekspor kopra dari Moro pun diharapkan menjadi contoh bahwa pengembangan komoditas lokal dapat membuka lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Nilai Ekspor Karimun Meningkat

Badan Pusat Statistik (BPS) Karimun mencatat, nilai ekspor Kabupaten Karimun Januari–Juni 2026 mencapai US$1.696,50 juta atau naik 31,50 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.

Di sisi lain, nilai ekspor nonmigas yang mencapai US$517,75 juta mengalami peningkatan sebesar 145,38 persen.

Nilai ekspor Kabupaten Karimun Juni 2026 mencapai US$225,81 juta atau naik 44,89 persen dibanding ekspor Juni 2025. Ekspor nonmigas Juni 2026 mencapai
US$15,95 juta, naik 154,82 persen dibanding Juni 2025.

Ekspor nonmigas HS 2 digit terbesar selama Januari-Juni 2026 adalah golongan barang Kapal Laut (HS 89) mencapai US$402,29 juta dengan peranan terhadap
ekspor nonmigas sebesar 77,70 persen.

Rumania menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar pada Januari-Juni 2026 mencapai US$406,40 juta dengan peranannya sebesar 78,49 persen. Singapura menjadi negara tujuan ekspor migas terbesar pada Januari-Juni 2026 yang mencapai US$490,72 juta dengan peranannya sebesar 41,63 persen.

Nilai ekspor Kabupaten Karimun Januari-Juni 2026 terbesar adalah melalui Pelabuhan Tanjung Balai Karimun US$1.695,54 juta dengan peranan sebesar
99,94 persen diikuti oleh Pelabuhan Tanjung Batu US$0,96 juta dengan peranan sebesar 0,06 persen.

Volume ekspor Kabupaten Karimun Januari-Juni 2026 terbesar adalah melalui Pelabuhan Tanjung Balai Karimun 8.019,70 ribu ton dengan peranan sebesar 99,99 persen diikuti oleh Pelabuhan Tanjung Batu 1,11 ribu ton dengan peranan sebesar 0,01 persen.(TribunBatam.id/Fairozzamani) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.