Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Sebanyak 187 titik panas (hotspot) terdeteksi di sejumlah wilayah Provinsi Lampung berdasarkan pemantauan satelit yang diperbarui hingga Minggu (23/8/2026) pagi.
Baca juga: Pipa Air Bocor di Jalan Blora Segala Mider, Perumda Way Rilau Siap Tindaklanjuti Laporan
Data tersebut merupakan hasil olahan citra satelit Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA-20 yang dipantau oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung.
Koordinator Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto, mengatakan ratusan titik panas tersebut terpantau dari hasil pengamatan satelit sepanjang Sabtu (22/8/2026).
"Berdasarkan pemantauan mutakhir yang kami perbarui hingga Minggu (23/8) pagi, total titik panas yang terdeteksi di wilayah Lampung mencapai 187 titik. Tingkat kepercayaan (confidence level) dari sebaran titik panas ini didominasi oleh kategori sedang hingga tinggi," kata Rudi saat dikonfirmasi, Minggu (23/8/2026).
Menurut Rudi, titik panas paling banyak terdeteksi di wilayah Lampung bagian utara dan timur.
Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Way Kanan, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Mesuji, dan Lampung Timur.
Selain itu, hotspot juga terpantau di sejumlah wilayah lain, di antaranya Lampung Tengah, Lampung Selatan, Lampung Utara, Pesawaran, hingga Pesisir Barat.
Rudi menjelaskan, kemunculan titik panas menjadi salah satu indikator awal adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.
"Titik panas ini menjadi indikator awal adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kondisi cuaca kering. Sebagian besar titik panas berada di area perkebunan, semak belukar, hingga wilayah pesisir," ujarnya.
Melihat tingginya jumlah hotspot tersebut, BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah, membuka lahan dengan cara dibakar, maupun membuang puntung rokok sembarangan di kawasan yang rawan terbakar.
BMKG juga mengingatkan agar kemunculan titik panas terus dipantau sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Lampung.
(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)