TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Suasana malam di kawasan Batu Kapal, Kelurahan Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, mendadak diwarnai kemunculan api yang melahap lahan warga, Sabtu (22/8/2026).
Warga yang mengetahui adanya api tersebut segera melaporkannya kepada petugas Damkar Natuna.
Di tengah kondisi lahan kering akibat cuaca panas yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, petugas juga terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, yang menyebabkan lahan seluas sekira satu hektare hangus terbakar.
Mendapat laporan, petugas pun langsung menuju lokasi kebakaran sekitar lima menit kemudian.
Namun, setibanya di lokasi, petugas dihadapkan dengan sulitnya akses masuk menuju titik api.
Lokasi yang cukup jauh dari jalan membuat petugas harus menarik selang panjang untuk menjangkau titik kebakaran.
Bahkan, di titik-titik yang tidak terjangkau selang, petugas harus menggunakan ranting pohon untuk membantu memadamkan api.
Kasi Sarpras Pengolahan Data dan Informasi Disdamkarmat Natuna, Nurhakim mengatakan, api cukup besar dan titik kebakaran sulit dijangkau.
"Ya benar malam tadi kejadiannya, satu unit armada kami kerahkan ke lokasi, tapi titik api cukup sulit dijangkau," katanya kepada Tribunbatam.id, Minggu (23/8/2026).
Ia mengatakan, proses pemadaman berlangsung sekitar 45 menit.
Menurutnya, lahan yang terbakar merupakan lahan milik warga setempat.
Sementara untuk penyebab kebakaran hingga kini masih belum diketahui.
"Yang terbakar lahan milik warga. Sebab kebakaran belum diketahui, jumlah terbakar kurang lebih satu hektare. Pemadaman selesai pukul 20.30 WIB," Jelasnya.
Ia menyebut, salah satu kendala petugas dalam proses pemadaman adalah akses menuju titik api.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, petugas Disdamkarmat Natuna juga dibantu oleh Bhabinkamtibmas setempat.
Hambatan dan kesulitan petugas, akses masuk mobil tidak ada ke titik api," tambahnya.
Nurhakim mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering.
Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sembarangan, baik membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar.
Pasalnya, kondisi lahan yang kering dan banyak ditumbuhi semak dapat membuat api dengan cepat membesar dan menjalar.
"Segera lapor kepada kami apabila menemukan titik api agar dapat segera ditangani dan tidak meluas," Pungkas Nurhakim. (Tribunbatam.id/birrifikrudin).