Bantuan Prabowo Tidak Sebanding dengan Jumlah Korban Gempa, Melki Laka Lena: Tak Usah Khawatir
Gordy Donovan August 23, 2026 12:47 PM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, MBAY - Bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk para penyintas gempa bumi Flores mulai menuai sorotan. 

Di tengah ratusan warga yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian mandiri, bantuan yang diterima sejumlah wilayah dinilai belum sebanding dengan kebutuhan korban bencana.

Keluhan tersebut salah satunya datang dari warga Desa Paumali, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ratusan warga yang terdampak gempa dan hingga kini masih tinggal di tenda pengungsian darurat disebut telah menerima bantuan sembako dari Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga: Bantuan Gubernur KDM Bawa Kebahagiaan bagi Siti Maria dan Pengungsi Gempa Flores di Manggarai Timur

Ambil di Kantor Camat

Namun, persoalan muncul karena bantuan tersebut tidak langsung didistribusikan ke Desa Paumali. 

Pemerintah desa dan warga harus mengambilnya di Kantor Camat Keo Tengah.

Jarak yang harus ditempuh memang hanya sekitar 14 kilometer. 

Namun, kondisi medan yang ekstrem membuat perjalanan menuju kantor camat disebut membutuhkan waktu hingga 4 jam 35 menit.

Bukan hanya tenaga dan waktu yang terkuras. Pemerintah Desa Paumali bersama warga juga harus mengeluarkan biaya sekitar Rp100 ribu untuk mengambil bantuan tersebut.

"Sore ini saya disuruh ambil bantuan di Kantor Camat Keo Tengah, kami sudah menerima bantuan yang ada, ini yang kami terima, dari tas ini bertuliskan Istana Kepresidenan Republik Indonesia tetapi dari bantuan yang ada ini jujur kami bingung bagaimana membagi ke masyarakat penerima dampak bencana ini karena itu kami mencoba dari 9 kantong beras berisi beras 2,5 kilogram ini kami akan bagi per RT satu-satu, begitu pula dengan kopi, sarden, semua ini jumlahnya 9  yang akan kami bagikan dengan cara seperti itu," ujar Kepala Desa Paumali, Primus Rabu, Jumat (21/8/2026).

Yang kemudian menjadi sorotan adalah jumlah bantuan yang diterima.

Untuk warga terdampak di Desa Paumali, bantuan Presiden disebut hanya terdiri atas 9 kantong beras ukuran 2,5 kilogram, 9 bungkus kopi, sejumlah sembako lain dalam jumlah sembilan dengan ukuran kecil, serta empat gelas Pop Mie.

Untuk kebutuhan bayi, hanya tersedia satu kotak Promina, yang merupakan makanan pendamping ASI (MPASI), beserta makanan ringan bayi seperti bubur.

Bantuan tersebut nantinya diberikan kepada seorang bayi berusia sekitar 8–19 bulan yang dinilai paling membutuhkan.

Kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan, terutama karena bantuan tersebut diperuntukkan bagi wilayah yang masih dihuni ratusan penyintas gempa.

Kebutuhan warga yang masih bertahan di pengungsian cukup besar, sementara paket yang datang terbatas.

Keluhan serupa juga disampaikan korban gempa dari sejumlah desa di wilayah selatan Kabupaten Nagekeo dan beberapa wilayah lain di Flores.

Menanggapi keluhan mengenai keterbatasan bantuan tersebut, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena meminta masyarakat tidak perlu khawatir.

Menurutnya, persoalan utama saat ini adalah memastikan bantuan Presiden sampai kepada masyarakat terdampak, bukan mempermasalahkan jumlah bantuan yang diterima pada tahap awal.

"Bantuan Presiden itu kan dibagi di tujuh kabupaten. Kemarin waktu saya di Manggarai mendampingi Kapolri dan Ibu Titiek Soeharto, bahkan di sana bantuan Presiden belum sampai. Ini di Nagekeo sudah ada," ujar Melki saat ditemui di Posko Utama Penanganan Bencana Kabupaten Nagekeo, Sabtu (22/8/2026) malam.

Ia menegaskan, distribusi bantuan akan terus dilakukan.

"Jadi ini soal pembagian sampai dan tidak sampai. Kalau soal jumlah tidak usah khawatir, 50 ribu bantuan Presiden pasti terserap semua, habis pasti tambah lagi," pungkasnya. (Bet)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.