Warga Bombana Ditemukan Meninggal, Hilang di Perairan Kabaena Diduga Jatuh dari Perahu Saat Melaut
Apriliana Suriyanti August 23, 2026 12:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BOMBANA - Warga Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), LP (62), ditemukan meninggal dunia, pada Minggu (23/08/2026) dinihari sekitar pukul 01.35 Wita.

LP dalam pencarian setelah dilaporkan hilang diduga terjatuh dari perahunya (longboat) saat melaut di sekitar Perairan Kabaena.

Warga Desa Lambale, Kecamatan Kabaena Timur, Bombana, ini pergi melaut namun tak kunjung pulang sejak Jumat (21/08/2026).

Penemuan korban disampaikan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Kendari, Amiruddin AS, dalam keterangan tertulisnya, pada Minggu (23/08/2026).

"Pada pukul 01.35 Wita terima informasi dari tim di lapangan yang melaporkan bahwa pada pukul 01.30 Wita korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," katanya.

Korban ditemukan sekitar 3,85 nautical mile (NM) atau mil laut arah utara dari lokasi terakhir korban diketahui atau last known position (LKP).

Baca juga: Pergi Melaut Sejak Kamis, Nelayan 62 Tahun di Bombana Hilang Misterius di Perairan Kabaena

Mantan Kepala KPP Kelas B Natuna di Kepulauan Riau (Kepri) ini, menjelaskan, jasad korban selanjutnya dievakuasi ke rumah duka dan diserahterimakan kepada pihak keluarga.

Dengan ditemukannya korban, kata Amiruddin, Operasi SAR kecelakaan kapal terhadap 1 warga yang diduga terjatuh dari perahunya di sekitar Perairan Kabaena, Bombana, dinyatakan selesai dan ditutup.

"Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing," jelas mantan nahkoda Kapal SAR RB 210, armada penyelamatan milik Basarnas ini.

Berikut unsur terlibat dalam Operasi SAR ini:

1. SAR Mission Coordinator (SMC) dan Staf SMC KPP Kendari

2. Pos SAR Baubau

3. Pos AL Baubau

4. Polsek Dongkala

5. Babinsa Dongkala

6. Puskesmas Dongkala

7. Aparat desa setempat

8. Masyarakat sekitar

9. Keluarga korban

Baca juga: Tim SAR Lanjutkan Cari Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Runduma Wakatobi, Diduga Jatuh dari Perahu

Kronologi Kecelakaan Kapal

Perahu tersebut ditemukan seorang warga Dusun Galu, Kelurahan Dongkala, Kecamatan Kabaena Timur, Bombana.

Warga tersebut menemukan perahu tanpa awak itu pada Sabtu, 22 Agustus 2026 sekitar pukul 09.20 Wita.

Lokasi penemuan perahu di sekitar perairan antara Kecamatan Telaga Raya dan Kecamatan Kabaena Timur, Bombana.

Setelah diidentifikasi, perahu tersebut diketahui milik seorang nelayan berinisial LP.

Korban diketahui keluar melaut untuk mencari ikan di Perairan Kabaena, sejak Jumat, 21 Agustus 2026 sekitar pukul 03.00 Wita.

"Di mana kebiasaan korban kembali dari melaut pada pukul 20.00 di hari itu juga," ujar Amiruddin yang pernah menjabat Kepala KPP Kelas B Pekanbaru, Provinsi Riau, ini.

Menindaklanjuti temuan tersebut, masyarakat dan pihak keluarga melakukan pencarian di sekitar penemuan perahu, namun korban tak kunjung ditemukan.

Warga Kelurahan Lambale, Kecamatan Kabaena, bernama Gustiar, kemudian melaporkan hilangnya korban kepada Basarnas Kendari.

Comm Centre Basarnas menerima informasi kecelakaan kapal yang menyebabkan korban menghilang itu sekitar pukul 17.35 Wita.

Baca juga: Wanita 21 Tahun di Kendari Dilaporkan Hilang, Pamit Ambil Ijazah SMA Naik Ojol, Nomor Tidak Aktif

Berdasarkan laporan itu, Tim Rescue Pos SAR Baubau diberangkatkan menuju LKP di Perairan Kabaena untuk memberikan bantuan SAR sekitar pukul 17.50 Wita.

Jarak tempuh Pos SAR di Jl Dayanu Ikhsanuddin, Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari di Pulau Buton, ke LKP sekitar 31 mil laut atau 57,41 kilometer (km).

Pada pukul 20.00 Wita, Tim Rescue Pos SAR Baubau tiba di Dermaga Dongkala, Desa Dongkala, Kabaena Timur, Bombana.

Selanjutnya, melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk pencarian korban.

Pada Minggu (23/08/2026) dinihari sekitar pukul 01.35 Wita, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dan dievakuasi ke rumah duka.

Perairan Kabaena, lokasi hilangnya korban, merupakan wilayah laut di sekitar Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kabupaten beribukota Rumbia dengan pusat pemerintahan awal di Kasipute ini resmi terbentuk pada 18 Desember 2003 sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Buton.

Jarak dari Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra, menuju Rumbia sekitar 157 kilometer (km) dengan waktu tempuh berkendara kurang lebih 3,5 jam.

Perjalanan darat umumnya melalui Jl. Poros Kendari - Andoolo di Konawe Selatan, lalu berlanjut ke arah Tinanggea hingga masuk ke wilayah Bombana.

Perairan Kabaena diapit oleh daratan utama Pulau Sulawesi, Pulau Muna, dan Laut Banda.

Wilayah perairan ini menjadi jalur aktivitas nelayan lokal, serta habitat satwa lindung seperti penyu belimbing.(*)

(TribunnewaSultra.com/Sri Rahayu)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.