Lumbung Mataraman Giripeni Kulon Progo Akan Mendapat Kucuran Dana hingga Rp500 Juta
Yoseph Hary W August 23, 2026 01:03 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Lumbung Mataraman Giripeni di Kulon Progo hingga kini terus mengalami perkembangan. Paniradya Kaistimewaan DIY pun telah memastikan akan terus mendukung keberlanjutan dari program tersebut.

Perwakilan Paniradya Kaistimewaan DIY, Johanes, mengatakan dukungan salah satunya diberikan lewat program revitalisasi untuk Lumbung Mataraman.

"Pada 2026 ini, Lumbung Mataraman Giripeni mendapat revitalisasi senilai Rp 500 juta," katanya memberikan keterangan pada Minggu (23/08/2026).

Anggaran itu berasal dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Dana Keistimewaan (Dais) DIY. Anggaran itu nantinya digunakan untuk menambah fasilitas di Lumbung Mataraman Giripeni agar lebih berkembang.

Perkembangan positif

Lumbung Mataraman Giripeni dinilai menunjukkan perkembangan positif sejak resmi beroperasi pada 2025 lalu. Dukungan yang diberikan harapannya bisa semakin memperkuat usaha pertanian di sana.

"Semoga bantuan ini bisa memperkuat petani, terutama petani milenial agar semakin berkembang dan mendapat manfaat secara ekonomi maupun pertanian," ujar Johanes.

Ia hadir dalam kegiatan Panen Melon Merdeka di Lumbung Mataraman Giripeni pada Sabtu (22/08/2026). Bupati Kulon Progo Agung Setyawan juga hadir mendampingi.

Agung menilai Lumbung Mataraman Giripeni berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi dan wisata. Potensi ini diperkuat lewat dukungan yang terus diberikan oleh Paniradya Kaistimewaan DIY.

"Semoga pengembangan yang terus dilakukan mampu menumbuhkan optimisme petani dan menarik semakin banyak anak muda untuk terjun ke sektor pertanian," jelasnya.

Pemanfaatan anggaran

Lurah Giripeni, Iswanto Adi Saputro mengatakan Lumbung Mataraman Giripeni telah menerima BKK Dais DIY senilai Rp 600 juta pada 2025 lalu. Dana itu digunakan untuk membuat kebun bibit desa, greenhouse melon, bawang merah, cabai, dan berbagai komoditas hortikultura.

Sebanyak 19 petani dilibatkan dalam pengelolaan Lumbung Mataraman Giripeni dengan konsep pengelolaan lahan inti-plasma seluas 3,5 hektare (ha). Pengembangannya diarahkan untuk mendukung wisata edukasi yang terintegrasi dengan desa budaya dan UMKM setempat.

"Lewat Panen Melon Merdeka kami ingin menunjukkan bahwa kegiatan di Lumbung Mataraman benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Adi.(alx)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.