TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Universitas Widyatama menggelar fun run bertajuk SyukuRun 2026 dalam rangka Dies Natalis ke-25 dengan diikuti sivitas akademika, mahasiswa, dan alumni, Minggu (23/8/2026).
Ribuan peserta menempuh jarak 3 kilometer dengan start dari Kampus Widyatama, kemudian melintasi Jalan Cikutra-Pahlawan-Surapati dan finis di kampus, lalu kegiatan ini dimeriahkan lomba best costume, hiburan, dan doorprize menarik.
Rektor Widyatama, Prof. Dr. Dadang Suganda, M.Hum. mengatakan, tujuan acara fun run dengan tema SyukuRun tersebut untuk menciptakan kebersamaan ekosistem internal-eksternal agar bisa sama-sama satu arah.
"Kami juga mengundang beberapa mitra dari perguruan tinggi, dari swasta, dari alumni, dan dari guru-guru. Tujuannya apa? Tujuannya supaya mengetahui secara internal dalam konteks yang sifatnya kasual," ujarnya saat ditemui di Kampus Widyatama, Minggu (23/8/2026).
Selain itu, pihaknya menjalankan program-program Widyatama baik sekarang maupun yang akan datang. Sebab, menurut Dadang, yang namanya Dies Natalis itu adalah semacam refleksi tentang bagaimana 25 tahun yang lalu dilakukan.
"Kami periksa, kami pertahankan, apa problematikanya, apa ruang kosong. Kemudian kita mau jalan ke depannya sesuai dengan arah menteri karena kebijakannya kan sangat dinamis," kata Dadang.
Atas hal tersebut, pihaknya akan mengakomodasikan kebijakan menteri, melihat kondisi masyarakat agar keberadaan kampus bisa berdampak, kemudian pihaknya juga akan melihat kekuatan internal di Universitas Widyatama.
"Nanti kami buatkan ekosistem untuk kemajuan itu. Targetnya unggul, mengakar, bermanfaat, dan mandiri. Kegiatan ini diikuti hampir 1.200-an peserta, pertama dari internal Widyatama, yang kedua ada alumni, dan yang ketiga dari mitra-mitra guru-guru BK," ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga melibatkan UMKM, dan relasi dari dalam dan luar negeri relasi-relasi kami. Hingga akhirnya kegiatan ini sangat diapresiasi mitra-mitra karena bisa mengenal lebih jauh apa, dan bagaimana Universitas Widyatama.
"Waktu itu 3 tahun lalu kami telah mengerjakan seperti ini, ke depan akan rutin setiap tahun. Mudah-mudahan masyarakat mengenal Widyatama dan kedua, kami ingin menciptakan semacam ekosistem kebersamaan bersama masyarakat karena sekarang luar biasa berdampak," ujar Dadang.
Kemudian, pihaknya juga tentu akan membuat peta jalan karena ke depan harus melihat kondisi sosial masyarakat. Bahkan, pihaknya akan tetap mengikuti peraturan menteri dan dinamika Artificial Intelligence (AI).
"Jadi kami sangat bersyukur untuk menjaga ini karena mahasiswanya banyak mencari. AI itu kan tidak boleh dihindari di dunia nyata, kami membuat semacam pakta integritas bagaimana AI dimanfaatkan. Justru kalau kita menghindari AI, kita akan ketinggalan jangkauan," katanya.