SURYA.CO.ID MADIUN - Senyum semringah terpancar dari wajah warga RT 03/RW 01, Desa Metesih, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, saat menghadiri peresmian sekaligus penyerahan Masjid Ar Rahman, Sabtu (22/8/2026) malam.
Peresmian masjid yang berdiri di atas tanah seluas 900 meter persegi tersebut berlangsung penuh syukur, terlebih bertepatan dengan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Lahan dan bangunan masjid merupakan wakaf dari keluarga besar almarhum Maulan dan Hj. Parmi.
Arsitektur Masjid Ar Rahman langsung menarik perhatian warga. Bangunan bernuansa bata terakota itu memiliki kubah berpola geometris berwarna merah dan putih yang memberikan kesan futuristik.
Keluarga besar pewakaf, di antaranya Poerwadi, Sri Warni, dan Sri Arti Soeharningsih, turut menyambut para tamu.
Baca juga: 99 Masjid Ramah Muktamirin, Cara Warga Jombang Sambut Tamu Muktamar NU
Prosesi peresmian berlangsung khidmat dengan diawali lantunan ayat suci Alquran dan doa bersama untuk almarhum Maulan, Hj. Parmi, serta para leluhur.
Mewakili keluarga, anak tertua almarhum Maulan dan Hj. Parmi, Poerwadi, menyerahkan sertifikat tanah wakaf kepada pengelola Masjid Ar Rahman. Penyerahan tersebut disaksikan Kepala Desa Metesih, Paidjo.
Poerwadi berharap masjid tersebut dapat memberikan manfaat bagi warga sekaligus menjadi sarana untuk semakin menyemarakkan syiar Islam.
"Semoga bermanfaat untuk warga di sini dan juga bermanfaat untuk syiar agamanya," ujar Poerwadi.
Harapan serupa disampaikan Sri Warni. Ia berharap Masjid Ar Rahman tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi almarhum Maulan dan keluarga besar.
Baca juga: Draft Jadwal Lengkap Muktamar, Dimulai 26 Agustus, Pemilihan Ketum PBNU 29 Agustus
"Kami berharap peresmian Masjid Ar Rahman ini bermanfaat bagi umat dan menjadi amal jariyah bagi almarhum Bapak Maulan dan keluarga besar," katanya.
Sri Arti Soeharningsih juga mengungkapkan rasa syukur atas berdirinya masjid tersebut. Ia berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu hingga masjid dapat berdiri dan digunakan masyarakat.
"Puji syukur atas berdirinya masjid ini. Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih. Semoga berkah dan bermanfaat serta menjadi ladang amal jariyah untuk Bapak Maulan dan keluarga besar," tuturnya.
Kepala Desa Metesih Paidjo menyambut baik kehadiran Masjid Ar Rahman. Menurutnya, masjid tersebut menjadi hadiah bermakna bagi warga RT 03 yang sebelumnya belum memiliki musala.
"Alhamdulillah. Selaku kepala desa, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada keluarga besar Bapak Haji Purwadi yang telah menghibahkan tanah dan masjid ini. Kami sangat bangga dan berterima kasih karena tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat," ungkap Paidjo.
Ia mendoakan keluarga besar pewakaf senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, dan keberkahan atas amal saleh yang telah dilakukan.
"Di RT 03 ini sebelumnya belum ada pembangunan musala. Jadi keberadaan masjid ini menjadi hadiah yang sangat bermakna bagi warga," tambahnya.
Antusiasme masyarakat juga terlihat sepanjang acara. Kiai Soekarno yang memberikan tausiyah menyebut warga Desa Metesih menyambut kehadiran Masjid Ar Rahman dengan penuh kegembiraan.
Baca juga: Sambut HUT ke-81 RI, Kemenag Bondowoso Kerahkan ASN Bersihkan 297 Masjid
"Masyarakat Desa Metesih menyambut antusias dan senang. Mudah-mudahan Masjid Ar Rahman bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat. Semoga shohibul hajat mendapat balasan yang setimpal," kata Kiai Soekarno.
Febby Mahendra Putra berharap masjid tersebut dapat menjadi pusat kemaslahatan sekaligus membawa keberkahan bagi masyarakat Desa Metesih.
"Semoga Masjid Ar Rahman ini menjadi barokah dan membawa kemaslahatan bagi warga Desa Metesih," ujarnya.
Rangkaian peresmian ditutup dengan tausiyah Kiai Soekarno. Bagi keluarga besar almarhum Maulan dan Hj. Parmi, Masjid Ar Rahman menjadi wujud wakaf sekaligus ikhtiar menghadirkan amal jariyah yang manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat.
Dengan berdirinya masjid tersebut, warga RT 03/RW 01 Desa Metesih kini memiliki tempat ibadah yang diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus ruang untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan warga.