TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kualitas udara di tiga daerah di Riau menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai pada Minggu (23/8/2026) pagi.
Pekanbaru dan Pangkalan Kerinci berada pada kategori tidak sehat, sedangkan Bangkinang masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Di Pekanbaru, berdasarkan data kualitas udara BMKG pada pukul 09.00 WIB, konsentrasi partikulat PM2.5 mencapai 90,8 µg/m⊃3;.
Dalam tampilan BMKG, angka tersebut masuk kategori tidak sehat.
Kondisi udara tidak sehat juga terlihat di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Pada pukul 09.00 WIB, indeks kualitas udara AQI US tercatat 172 dengan kategori tidak sehat. Polutan utama yang terpantau adalah PM2.5 dengan konsentrasi 84,8 µg/m⊃3;.
Sementara di Bangkinang, Kabupaten Kampar, indeks kualitas udara AQI US pada waktu yang sama berada di angka 102. Kondisi tersebut masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Konsentrasi PM2.5 tercatat 36,2 µg/m⊃3;.
Memburuknya kualitas udara di sejumlah daerah tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung di beberapa titik.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Syahrial Abdi, mewakili Pemprov Riau dan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara saat ini.
Baca juga: Pelalawan dan Bengkalis Masuk Zona Kuning, Begini Peta Kualitas Udara Riau Terkini
Perhatian terutama ditujukan kepada masyarakat yang rentan terhadap udara tidak sehat. Langkah pertama yang disarankan adalah mengurangi aktivitas di luar rumah atau ruangan untuk meminimalkan paparan polusi asap.
"Jika aktivitas di luar tidak dapat dihindari, masyarakat disarankan menggunakan masker. Langkah ini diperlukan untuk mengurangi paparan udara yang kualitasnya sedang memburuk," kata Syahrial, Minggu (23/8/2026).
Pemprov Riau juga mengingatkan masyarakat menjaga kondisi udara di dalam rumah. Jendela sebaiknya ditutup ketika asap dan debu mulai masuk ke lingkungan tempat tinggal.
Selain mengurangi paparan asap, masyarakat dianjurkan memperbanyak minum air putih dan menjaga kondisi tubuh.
"Kami berharap masyarakat dapat menyikapi kondisi tersebut secara bijak dengan mengutamakan kesehatan diri dan keluarga selama kualitas udara belum kembali normal," ujarnya.
Pada saat yang sama, upaya mengendalikan karhutla masih dilakukan di sejumlah wilayah Riau. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, Manggala Agni, masyarakat dan dunia usaha, dengan dukungan pemerintah pusat, terus melakukan penanganan sekaligus pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas.
Penanganan dilakukan di tengah kondisi cuaca yang cukup ekstrem. Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas yang masih bekerja di sejumlah lokasi karhutla.
Salah satu kebakaran yang belum tuntas ditangani berada di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.
Hingga Sabtu (22/8/2026), tim gabungan masih menemukan banyak kepala api aktif di kawasan tersebut. Petugas menghadapi gambut dalam, bahan bakar yang padat dan menumpuk, asap pekat, angin kencang serta akses menuju sejumlah kepala api yang belum terbuka.
Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, mengatakan pemadaman dilakukan dengan menyerang kepala api sekaligus melakukan penyekatan untuk mengendalikan pergerakan kebakaran.
“Pemadaman dilakukan secara langsung dengan dua unit Pompa Mark-3, satu unit Main Pump Watson dan empat unit Pompa Mini Striker,” kata Muhammad Ilham Sidik, Sabtu malam.
Air untuk pemadaman diambil dari kanal dan embung di sekitar lokasi. Namun, medan yang berat membuat petugas kesulitan mencapai sejumlah titik serangan.
“Kondisi akses menuju kepala api belum terbuka. Medan juga berat untuk menjangkau titik kepala api guna membuka akses jalan masuk ke titik serangan,” ujarnya.
Kawasan yang terbakar merupakan gambut dalam dengan vegetasi semak belukar, akasia liar dan sawit masyarakat. Lokasi kebakaran berada di kawasan dengan fungsi Hutan Produksi (HP).
Pada operasi hari kedua, pemadaman dilakukan sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Personel dibagi ke sejumlah sektor dengan sasaran utama kepala api yang masih aktif.
Penanganan melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD Kabupaten Pelalawan serta Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Gandahera Hendana.
Hingga saat ini, sekitar 2,9 hektare area telah berhasil dipadamkan. Sementara luas keseluruhan lahan yang terbakar masih dalam proses penghitungan.
Karena pemadaman belum tuntas, operasi kembali dilanjutkan pada Minggu (23/8/2026). Tim berupaya menekan kepala api yang masih aktif sekaligus membuka akses menuju titik-titik yang sebelumnya sulit dijangkau.
“Kegiatan pemadaman belum tuntas dan akan dilanjutkan esok hari,” kata Muhammad Ilham.
(Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)