Polisi Terus Telusuri Keberadaan Bayu, ASN Diarpus Bogor yang Hilang di Sungai Cisadane
Feryanto Hadi August 23, 2026 02:34 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR SELATAN - Polisi masih menyelidiki keberadaan Bayu Zulkarnaen (36), Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Bogor yang dilaporkan hilang sejak Kamis (13/8/2026).

Pencarian Bayu sebelumnya dilakukan Tim SAR gabungan dengan menyisir aliran Sungai Cisadane.

Namun, operasi pencarian resmi dihentikan setelah berlangsung selama tujuh hari pada Rabu (19/8/2026).

Meski operasi SAR telah berakhir, polisi memastikan penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap keberadaan Bayu dan memastikan apa yang sebenarnya terjadi sebelum ia dinyatakan hilang.

Kapolsek Bogor Selatan Kompol Ihin Solihin mengatakan, pihaknya kini menelusuri berbagai kemungkinan dengan fokus pada rekam jejak serta lokasi terakhir Bayu sebelum menghilang.

"Masih terus kita telusuri semua kemungkinan-kemungkinan. Kita juga sudah melacak lokasi dari Bayu sebelum menghilangnya," kata Ihin kepada TribunnewsBogor.com, Sabtu (22/8/2026).

Polisi juga melakukan penelusuran terhadap jejak atau sinyal yang dapat membantu mengetahui pergerakan Bayu sebelum keberadaannya tidak diketahui.

Opsi K-9 Kecil Dilakukan

Terkait kemungkinan melibatkan unit anjing pelacak atau K-9 untuk membantu pencarian, Ihin mengatakan opsi tersebut kecil untuk dilakukan.

Menurutnya, waktu yang telah berlalu lebih dari sepekan menjadi salah satu kendala apabila anjing pelacak diterjunkan untuk menyisir lokasi.

"Untuk opsi itu peluangnya kecil. Karena kejadiannya sudah terlalu lama. Saat ini pun sudah lewat dari seminggu," jelasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Bogor turut memberikan perhatian terhadap proses pencarian dan penyelidikan kasus hilangnya Bayu.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meminta jajaran aparat wilayah tetap melakukan pemantauan secara berkala, khususnya di sepanjang aliran Sungai Cisadane yang diduga menjadi lokasi awal Bayu hilang.

Dedie mengatakan, pemantauan tetap penting dilakukan meskipun operasi SAR gabungan telah dihentikan.

"Kami minta wilayah untuk memonitor terutama di sepanjang aliran Sungai Cisadane. Karena setelah posisi yang diduga jatuhnya saudara Bayu ini kan 200 meter sudah padat. Jadi kalaupun misalnya ada jasad akan kelihatan, maka kami mengimbau agar dilaporkan," ujar Dedie saat ditemui di Balai Kota Bogor.

Ia juga mengapresiasi seluruh unsur Tim SAR gabungan yang telah melakukan pencarian secara maksimal selama tujuh hari.

Pemantauan di sekitar aliran sungai kini diharapkan dapat membantu apabila ditemukan petunjuk baru terkait keberadaan Bayu.

Di sisi lain, kepolisian masih mengembangkan penyelidikan berdasarkan informasi dan jejak yang berhasil dikumpulkan untuk mengetahui keberadaan Bayu serta kemungkinan yang terjadi sebelum dirinya dilaporkan hilang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.