TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Kebakaran melanda gereja yang berada di dalam kompleks Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado, Jalan Santiago Nomor 3, Mahawu, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (22/8/2026) sore.
Peristiwa tersebut sempat membuat keluarga warga binaan cemas.
Sementara itu, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran.
Berikut sejumlah fakta terkait kebakaran tersebut:
Kepolisian hingga kini masih mengusut kebakaran gereja yang berada di dalam kompleks Lapas Kelas IIA Manado.
Kapolsek Tuminting, Iptu Ferri Victor Tutu, mengatakan petugas masih mengumpulkan bahan keterangan untuk mengetahui bagaimana api pertama kali muncul.
Penyelidikan juga dilakukan untuk memastikan bagian bangunan yang pertama terbakar serta faktor yang diduga menjadi penyebab kebakaran.
“Belum tahu penyebabnya kita masih melakukan penyelidikan,” tutur Ferri di lokasi, Sabtu sore.
Sejumlah pihak yang dianggap mengetahui kejadian tersebut juga telah dimintai keterangan.
Informasi dari para saksi nantinya akan dicocokkan dengan kondisi di lokasi kejadian.
“Keterangan para saksi nantinya akan dicocokkan dengan kondisi di tempat kejadian untuk membantu mengungkap kronologi secara lebih jelas,” ungkapnya.
Di tengah kepanikan akibat kebakaran, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Ferri memastikan seluruh warga binaan dalam kondisi aman.
“Tidak korban dan kasus kebakaran sudah ditangani oleh Polresta Manado,” pungkasnya.
Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi.
Petugas menyemprotkan air dari beberapa titik hingga kobaran api berhasil dikendalikan.
Ferri mengatakan proses pemadaman berlangsung cepat.
“Api sudah padam karena tim pemadaman cepat datang,” jelas Ferri.
Meski api telah berhasil dipadamkan, polisi masih melakukan pemeriksaan di lokasi untuk mengetahui penyebab kebakaran.
“Kita masih melakukan penyelidikan di lokasi,” pungkasnya.
Kabar kebakaran yang terjadi di dalam kompleks Lapas Manado membuat sejumlah keluarga warga binaan khawatir.
Beberapa keluarga bahkan datang ke lapas untuk memastikan kondisi anggota keluarga mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.
“Anak kami di dalam,” ujar seorang ibu di depan lapas.
Ia mengaku langsung mendatangi lapas setelah mengetahui adanya kebakaran dari media sosial.
“Dapat informasi kebakaran dari Facebook jadi langsung saya kesini,” ungkapnya.
Namun, ia cukup lega karena petugas lapas kemudian memastikan bahwa seluruh warga binaan berada dalam kondisi aman.
Baca juga: Rakernas PGIW/SAG Ditutup, Richard Sualang Terima Kasih Atas Kepercayaan PGI pada Manado
Baca juga: Terjadi Gempa Bumi di Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Minggu 23 Agustus 2026
“Karena terbakar gereja jadi semua warga binaan aman,” pungkasnya.(*)
(Tribunmanado.com/Ferdi Guhuhuku)