Ketika Elkan Baggott Curhat Frustrasi gegara Sulit Dapat Jatah Main di Ipswich Town
Febri Prasetyo August 23, 2026 03:57 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Elkan Baggott akhirnya buka suara mengenai masa sulit yang dialaminya bersama Ipswich Town. Bek Timnas Indonesia itu mengaku frustrasi karena minim kesempatan bermain sepanjang musim terakhir.

Baggott harus menerima kenyataan hanya berada di urutan keempat dalam persaingan posisi bek tengah.

Kondisi tersebut membuat peluangnya tampil dalam pertandingan kompetitif sangat terbatas.

Situasinya semakin sulit karena para pemain yang berada di atasnya dalam hierarki pertahanan relatif mampu menjaga kondisi fisik.

Minimnya cedera maupun skorsing membuat Baggott kesulitan mendapatkan celah untuk masuk ke starting XI.

"Saya tidak akan berbohong, itu memang membuat frustrasi karena ketika saya diberi tahu akan menjadi bek tengah pilihan keempat, biasanya Anda mungkin mendapatkan enam, tujuh, delapan, sembilan, atau 10 pertandingan ketika musim berakhir," kata Baggott, dikutip dari laman Southwark News.

Pengalaman tersebut akhirnya menjadi salah satu bagian dari perjalanan yang mendorong Baggott membuka lembaran baru.

Pada musim panas 2026, pemain bertinggi 196 cm itu meninggalkan Ipswich dan bergabung dengan Millwall dengan kontrak jangka panjang.

Kepindahan tersebut diharapkan menjadi momentum bagi Baggott untuk kembali mendapatkan menit bermain sekaligus membangun kepercayaan dirinya.

Mulai Nyaman di Millwall

Baggott mengaku proses adaptasinya bersama Millwall berjalan positif.

Meski belum mendapatkan kesempatan menjalani debut dalam dua pertandingan awal musim, ia sudah merasakan atmosfer positif sejak bergabung pada masa pramusim.

Menurut Baggott, bergabung lebih awal memberikan keuntungan tersendiri.

Baca juga: Millwall Pulangkan Massimo Luongo, Elkan Baggott Reuni dengan Gelandang Berdarah Indonesia

Ia memiliki waktu yang cukup untuk mengenal rekan-rekan setim, memahami lingkungan klub, dan beradaptasi dengan sistem permainan yang diterapkan.

"Itu luar biasa. Mungkin ketika saya bergabung, masih bisa dibilang sebagai masa awal pramusim, jadi ada cukup waktu untuk beradaptasi dengan skuad," ujar Baggott.

Kesempatan tampil dalam beberapa pertandingan uji coba juga membantu proses adaptasi tersebut.

Dari laga-laga pramusim, Baggott mulai membangun chemistry dengan para pemain Millwall, baik di dalam maupun di luar lapangan.

"Bermain dalam beberapa pertandingan pramusim juga menyenangkan karena sangat membantu pemain baru untuk lebih cepat beradaptasi dan mulai membangun hubungan dengan rekan-rekan setim, baik di dalam maupun di luar lapangan. Saya benar-benar menikmati setiap detiknya sejauh ini," ungkapnya.

Baggott memang sudah masuk dalam skuad Millwall pada dua laga pertama musim ini, tetapi belum dipercaya turun oleh pelatih. Kondisi itu tidak membuatnya kehilangan motivasi.

Sebaliknya, pemain berusia 23 tahun tersebut kini berfokus memenangkan persaingan di lini belakang agar bisa mendapatkan tempat di tim utama.

Selain ingin menghidupkan kembali kariernya, Baggott juga memiliki target besar bersama Millwall. Ia ingin membantu The Lions mengejar tiket promosi ke Premier League.

Ambisi tersebut menjadi salah satu alasan Baggott antusias menjalani petualangan barunya.

Dengan kontrak jangka panjang yang diberikan Millwall, ia memiliki kesempatan untuk berkembang sekaligus berkontribusi dalam proyek klub.

"Harapan utama adalah mendapatkan promosi, setelah apa yang terjadi musim lalu, memasuki musim ini, itu merupakan target yang jelas," ujar Baggott.

Kini, Baggott hanya perlu menunggu kesempatan untuk membuktikan diri.

Setelah melewati periode penuh frustrasi di Ipswich, Millwall menjadi panggung baru bagi bek Timnas Indonesia itu untuk kembali menunjukkan kualitasnya dan merebut kepercayaan pelatih.

(Tribunnews.com/Giri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.