Laporan Wartawan WartaKotaLive.com, Arie Puji Waluyo
WARTAKOTALiVE.COM, JAKARTA — Kabar bahagia datang dari aktris sekaligus produser Prilly Latuconsina. Di tengah kesibukannya menjalani aktivitas di industri hiburan, perempuan 29 tahun itu akhirnya resmi menyelesaikan pendidikan magister atau S2.
Kabar kelulusan tersebut disampaikan Prilly melalui unggahan sejumlah foto di akun media sosial Instagram miliknya, Minggu (23/8/2026). Dalam unggahan tersebut, Prilly membagikan momen bahagianya setelah berhasil menyelesaikan salah satu target pendidikan yang telah diperjuangkannya di tengah padatnya aktivitas profesional.
“Akhirnya, hari ini aku resmi lulus S2!” tulis Prilly Latuconsina dalam unggahannya, dikutip WartaKotaLive.com, Minggu (23/8/2026).
Bagi Prilly, kelulusan tersebut bukan sekadar pencapaian akademik. Gelar S2 menjadi bukti bahwa pendidikan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupannya, meskipun dirinya harus membagi waktu antara dunia pendidikan dan berbagai pekerjaan di industri hiburan.
Harus Bagi Waktu Kuliah dan Pekerjaan
Prilly mengakui perjalanan menyelesaikan pendidikan S2 tidak selalu mudah. Ia harus pintar mengatur waktu di tengah jadwal syuting, pekerjaan sebagai artis, aktivitas sebagai produser, serta berbagai kesibukan lainnya.
Tidak jarang, aktivitas perkuliahan harus dilakukan di sela-sela pekerjaan. Bahkan, ia pernah mengikuti kelas ketika tengah menjalani proses syuting film horor.
“Mungkin nggak banyak yang kelihatan dari jatuh bangunnya, tapi perjalanan sampai ke hari ini punya banyak tantangan, terutama membagi waktu antara kuliah dan kerja,” tulisnya.
Prilly bahkan menceritakan pengalaman mengikuti kelas di tengah kesibukannya menjalani syuting.
“Pernah kelas di tengah shooting film horror sambil di-makeup serem dan berdarah-darah sampai rela nggak ambil kerjaan karena harus pindah ke kelas reguler,” lanjutnya.
Pengalaman tersebut menjadi gambaran bagaimana Prilly berusaha mempertahankan komitmennya terhadap pendidikan meski harus berhadapan dengan jadwal pekerjaan yang padat.
Bagi Prilly, menyelesaikan pendidikan merupakan proses yang membutuhkan konsistensi dan pengorbanan.
Ia menyadari tidak ada perjalanan yang sepenuhnya mudah, tetapi berbagai tantangan yang dilewati justru memberikan pengalaman dan pembelajaran berharga.
“Nggak ada perjalanan yang mudah, tapi Alhamdulillah prosesnya lebih banyak senangnya. Banyak ilmu, pengalaman, dan pembelajaran yang berarti,” tulisnya.
Apresiasi untuk Kampus dan Para Pembimbing
Dalam momen bahagianya tersebut, Prilly turut menyampaikan apresiasi kepada London School of Public Relations (LSPR) yang telah menjadi tempatnya menempuh pendidikan S2.
Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada para dosen dan pembimbing yang mendampinginya selama proses perkuliahan hingga menyelesaikan tesis.
Prilly menyebut Prita Kemala Gani dan Sylvia Roennfeld sebagai sosok yang telah memberikan pembelajaran sekaligus bimbingan berarti selama perjalanan akademiknya.
Menurut Prilly, dukungan dan kesabaran para pembimbing menjadi bagian penting dalam membantunya melewati berbagai tahapan hingga akhirnya berhasil menyelesaikan tesis.
Omara Esteghlal Jadi Tempat Berbagi
Di tengah proses menyelesaikan pendidikan, Prilly juga mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekatnya.
Salah satunya adalah kekasihnya, Omara Esteghlal, yang disebut Prilly selalu menemaninya ketika menghadapi tekanan selama mengerjakan berbagai tugas kuliah.
Dengan gaya penuh keakraban, Prilly mengungkapkan bahwa Omara kerap menjadi tempatnya meluapkan stres selama menjalani proses pendidikan.
“Makasih sayangku Omara Esteghlal yang sering jadi samsak kalau aku stres sama tugas tapi selalu nemenin dan bikin semuanya terasa lebih ringan terutama seminggu sebelum sidang yang kayaknya paling banyak kena omel,” tulis Prilly.
Ungkapan tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan akademiknya tidak dijalani sendirian. Dukungan dari orang-orang terdekat menjadi salah satu hal yang membuat Prilly mampu melewati berbagai tekanan hingga tahap akhir.
Bukan Sekadar Gelar
Prilly menegaskan bahwa pencapaiannya kali ini tidak semata-mata tentang mendapatkan tambahan gelar akademik.
Lebih dari itu, kelulusan S2 menjadi simbol bahwa dirinya berhasil menuntaskan sesuatu yang telah diperjuangkan di tengah berbagai kesibukan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan selama proses penyusunan tesis hingga akhirnya dinyatakan lulus.
Bagi Prilly, perjalanan tersebut memberikan banyak pengalaman baru, pengetahuan, serta pembelajaran yang menurutnya akan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup dan kariernya.
“Hari ini bukan cuma tentang gelar baru, tapi tentang akhirnya menyelesaikan sesuatu yang aku perjuangkan. Alhamdulillah, one chapter officially closed. We did it!” tulis Prilly.
Kelulusan S2 tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen Prilly terhadap pendidikan di tengah kariernya yang terus berkembang. Ia membuktikan bahwa kesibukan di dunia hiburan tidak harus menjadi alasan untuk berhenti belajar dan mengejar pendidikan.
Bagi Prilly, pendidikan dan karier dapat berjalan beriringan selama ada kemauan, kedisiplinan, serta kemampuan mengatur waktu