Malaysia Marah Kabut Asap Karhutla Tembus Negaranya, Bawa Persoalan ke Sekretariat ASEAN
Tommy Kurniawan August 23, 2026 05:05 PM

TRIBUNJAMBI.COM – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia mulai memicu perhatian negara tetangga.

negara Malaysia menyampaikan kekhawatiran setelah kualitas udara di sejumlah wilayah, khususnya Sarawak, memburuk akibat kabut asap yang diduga berkaitan dengan kebakaran lahan di Kalimantan.

Kondisi tersebut juga mendorong pemerintah Malaysia menempuh jalur diplomatik untuk menyampaikan kekhawatiran kepada Indonesia.

Baca juga: Kota Jambi Diselimuti Asap Karhutla: Kualitas Udara Urutan 3, Palembang-Pontianak Sangat Tidak Sehat

Malaysia tempuh jalur diplomatik

Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan mengatakan pemerintahnya akan menggunakan jalur diplomatik untuk membahas persoalan kabut asap lintas batas dengan Indonesia.

Malaysia berencana menyurati Menteri Lingkungan Hidup Indonesia sekaligus membawa persoalan tersebut ke Sekretariat ASEAN.

Menurut Mohamad Hasan, mekanisme ASEAN dinilai penting untuk memperkuat koordinasi antara Malaysia dan Indonesia dalam menangani sumber kebakaran yang menyebabkan polusi udara lintas batas.

"Mekanisme ASEAN lebih efektif dalam memastikan Sekretariat ASEAN dapat mengelola koordinasi bersama antara Malaysia dan Indonesia dalam menangani akar penyebab kebakaran hutan yang berkontribusi terhadap polusi udara lintas batas," ujarnya, dikutip dari Tribunnews, Minggu (23/8/2026).

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Malaysia menangani dampak kabut asap sekaligus mendorong kerja sama regional.

Sarawak menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena lokasinya berbatasan langsung dengan wilayah Kalimantan.

Pemerintah Indonesia sebut sudah ada komunikasi

Pemerintah Indonesia menyatakan komunikasi dengan negara tetangga telah dilakukan menyusul kabut asap karhutla yang mulai berdampak lintas batas.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan komunikasi tersebut dilakukan secara informal melalui Menteri Luar Negeri Sugiono.

"Kalau secara informal ada. Secara informal memang sebagai negara tetangga kan tentunya melalui Pak Menlu ada komunikasi," kata Prasetyo di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Prasetyo mengatakan Menteri Luar Negeri juga telah menyampaikan perkembangan mengenai situasi lintas negara tersebut kepada pihak Istana.

"Tadi juga Pak Menlu cerita juga tuh ke kami," ujarnya.

Pemerintah, kata Prasetyo, berupaya mempercepat pemadaman titik api sebagai bentuk tanggung jawab dalam menangani karhutla.

"Makanya kami berusaha secepatnya untuk bisa mengatasi masalah Karhutla ini," tegasnya.

Penanganan karhutla saat ini dilakukan secara lintas sektor dengan pembagian wilayah tanggung jawab.

Sejumlah pejabat setingkat menteri dilibatkan, termasuk Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), hingga Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).

API Serian mencapai 242

Dampak kabut asap juga terlihat dari pemantauan kualitas udara di wilayah Sarawak.

Data portal Air Pollutant Index Management System (APIMS) Malaysia menunjukkan indeks pencemar udara (API) di Serian mencapai 242 pada pukul 06.00 waktu setempat.

Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.

Serian merupakan salah satu wilayah di Sarawak yang berada tidak jauh dari perbatasan Malaysia-Indonesia.

Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran masyarakat, terutama kelompok rentan, terhadap dampak kabut asap bagi kesehatan.

Persoalan ini sekaligus menambah urgensi kerja sama Indonesia dan Malaysia dalam menangani kebakaran hutan serta dampak polusi udara lintas batas.

3.759 hotspot terdeteksi di Kalimantan Barat

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi ribuan titik panas atau hotspot di Kalimantan Barat (Kalbar).

Terdapat 3.759 hotspot yang terdeteksi di wilayah tersebut.

Ketapang menjadi daerah dengan konsentrasi titik panas paling tinggi.

Hotspot juga terpantau di sejumlah wilayah lain, antara lain:

Sanggau: 466 titik

Landak: 268 titik

Kubu Raya: 254 titik

Kayong Utara: 200 titik

Melawi: 190 titik

Tingginya jumlah hotspot tersebut menjadi perhatian karena sebagian wilayah Kalimantan Barat berada berdekatan dengan negara tetangga.

Kabut asap yang terbawa angin berpotensi menyeberangi batas negara dan mengganggu kualitas udara di wilayah Malaysia.

Karena itu, selain mempercepat pemadaman titik api, penanganan karhutla juga menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan dan kerja sama Indonesia dengan negara-negara ASEAN.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.