TRIBUNWOW.COM - Penampakan Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), berubah drastis setelah kebakaran hebat melanda kawasan tersebut.
Sejumlah bangunan tradisional hangus terbakar.
Puing-puing rumah, kain tenun, perabotan dapur, hingga gabah tampak berserakan di lokasi pada Minggu (23/8/2026).
Asap tipis dan sisa bara masih terlihat di sejumlah titik setelah kebakaran yang terjadi pada Sabtu (22/8/2026) malam.
Desa Adat Sade merupakan salah satu destinasi wisata budaya masyarakat Suku Sasak di Lombok.
Bangunan tradisional di kawasan tersebut banyak menggunakan material alami seperti kayu, bambu, anyaman, dan atap ilalang sehingga api cepat merambat.
Berdasarkan data sementara BPBD NTB, sebanyak 89 rumah warga mengalami rusak berat akibat kebakaran.
Data kerusakan dan kerugian masih dalam proses pendataan.
Api dilaporkan mulai membesar pada Sabtu malam.
Sejumlah laporan warga menyebut kebakaran terjadi sekitar pukul 20.00 hingga 22.00 WITA.
Baca juga: Terekam CCTV! Pemotor Diduga Bakar Lahan Kosong di Belitung Timur Lalu Kabur
Warga Rohani (37) mengatakan api awalnya muncul di sekitar bangunan dekat masjid.
Namun, penyebab pastinya belum diketahui.
Dugaan korsleting listrik masih sebatas keterangan warga dan belum menjadi kesimpulan resmi mengenai penyebab kebakaran.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan.
Petugas gabungan dari berbagai daerah di Pulau Lombok dikerahkan untuk menangani kebakaran.
Proses pemadaman berlangsung hingga Minggu dini hari.
BPBD NTB menyebut api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 05.00 WITA pada Minggu (23/8/2026).
Kondisi Desa Adat Sade setelah kebakaran memperlihatkan kerusakan parah di kawasan permukiman tradisional.
Sejumlah rumah hanya menyisakan bagian dasar dan puing bangunan.
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam sejumlah laporan awal mengenai kebakaran tersebut.
Baca juga: Viral Camat Lamba Leda Utara Protes Bantuan BNPB untuk 21.171 Warga Terdampak
Namun, kebakaran berdampak besar terhadap warga dan aktivitas pariwisata di kawasan Sade.
Kepala Desa Rembitan menyebut sekitar 320 pelaku wisata, termasuk pengrajin tenun dan pemandu wisata, terdampak akibat kebakaran.
Kebakaran tersebut kini menjadi perhatian karena Desa Adat Sade merupakan salah satu kawasan wisata budaya yang dikenal dengan rumah tradisional masyarakat Suku Sasak.
Pihak terkait masih melakukan pendataan kerusakan serta penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Baca juga: Klarifikasi Wamen Haji Dahnil Anzar soal Vespa B 6008 DAS: Bukan Bodong Tapi Surat Mati
(*)