Superstar veteran Real Madrid menetapkan target penting untuk dirinya musim ini
Dewi Rahayu August 23, 2026 05:30 PM

Pada usia 34 tahun, Thibaut Courtois memasuki musim kesembilannya sebagai pemain Real Madrid dan telah menetapkan sasaran baru untuk dirinya sendiri: memenangkan Trofi Zamora keempatnya, sebuah pencapaian yang akan menempatkannya dalam kelompok eksklusif para penjaga gawang.

Menurut AS, kiper Real Madrid itu membidik untuk kembali menjadi penjaga gawang dengan kebobolan paling sedikit di La Liga—sebuah prestasi yang belum lagi ia raih sejak musim 2019-20.

Jika berhasil, Courtois akan menjadi penjaga gawang keenam dalam sejarah La Liga yang mampu memenangkan penghargaan tersebut empat kali atau lebih.

Ia akan sejajar dengan Juan Acuna dan Santiago Canizares yang sama-sama mengoleksi empat gelar, sementara Antoni Ramallets dan Victor Valdes meraih lima, dan Jan Oblak masih memegang rekor dengan enam.

Menariknya, Courtois lebih sering memenangkan Zamora bersama Atletico Madrid, yakni dua kali, dibandingkan bersama Real Madrid yang baru sekali, meski ia hanya menghabiskan tiga musim dengan Los Rojiblancos dibanding delapan musim di Santiago Bernabeu.

Satu-satunya Trofi Zamora miliknya di Santiago Bernabeu datang pada 2019-20, ketika ia hanya kebobolan 20 gol dalam 34 penampilan liga dan membantu Real Madrid menjuarai kompetisi.

Sejak saat itu, cedera dan inkonsistensi lini pertahanan menghalanginya untuk merebut kembali penghargaan tersebut.

Dukungan yang lebih kuat di lini belakang

Jumlah gol yang bersarang ke gawang sebuah tim tidak hanya bergantung pada penjaga gawang. Lini pertahanan juga sangat menentukan, dan Real Madrid menyadari hal itu.

Klub memberikan fokus besar untuk memperkuat barisan belakang pada musim panas ini, dengan tiga dari enam rekrutan baru mereka berposisi sebagai bek.

Kedatangan Marc Cucurella, Ibrahima Konate, dan Denzel Dumfries memperkuat pertahanan yang terus mengalami berbagai kemunduran dalam beberapa musim terakhir.

Cedera serius kerap memaksa Real Madrid untuk melakukan improvisasi, tetapi kini skuad memiliki kedalaman dan kualitas yang lebih baik di sektor pertahanan.

Hal itu seharusnya membantu pelatih Jose Mourinho menerapkan salah satu prinsip utama yang menjadi ciri khas tim-timnya: pertahanan solid yang mampu kebobolan sangat sedikit.

Semua ini bisa menguntungkan Courtois, yang merupakan salah satu pemain tak tergantikan bagi Mourinho, saat ia berusaha merebut Trofi Zamora dari Joan Garcia. Kiper Barcelona itu memenangkan penghargaan tersebut pada musim pertamanya di Spotify Camp Nou.

Kini Courtois, setelah pulih dari cedera yang ia alami di Piala Dunia, ingin mencegah Joan Garcia mengulangi pencapaian itu dan sekali lagi membuktikan bahwa dirinya adalah penjaga gawang terbaik di La Liga.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.