Momen Lucu Kasatpol PP Bengkulu Tegur Pemuda Latihan Sepatu Roda Dini Hari, Malah Ditantang Ikutan
Ricky Jenihansen August 23, 2026 06:54 PM

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Patroli dini hari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, Minggu (23/8/2026), berujung pada momen tak biasa.

Sekitar pukul 00.45 WIB, Sahat yang tengah menjalankan rutinitas berkeliling pada malam hingga menjelang pagi menemukan sekelompok pemuda.

Bukan sedang nongkrong biasa, para pemuda tersebut tengah berlatih sepatu roda di halaman Masjid Raya Baitul Izzah, Padang Harapan, Kota Bengkulu.

Malam sudah larut ketika Sahat menghampiri kelompok tersebut.

Dalam video yang diterima TribunBengkulu.com, suasana halaman Masjid Raya Baitul Izzah tampak lengang.

Sejumlah pemuda berkumpul di salah satu sisi halaman, sementara beberapa pasang sepatu roda berada di sekitar mereka.

Sahat yang mengenakan pakaian lapangan Satpol PP kemudian berbincang langsung dengan para pemuda tersebut.

Mereka diminta segera menghentikan kegiatan dan beristirahat di rumah demi ketenteraman dan kesehatan diri.

Namun, teguran dini hari itu justru berkembang menjadi percakapan santai.

Alih-alih terjadi ketegangan, para pemuda malah mengajak Sahat mencoba sepatu roda yang mereka gunakan.

Ditantang Coba Sepatu Roda

Momen tersebut terlihat ketika Sahat berdiri di hadapan kelompok pemuda sembari memegang sepasang sepatu roda.

Salah seorang pemuda mencoba meyakinkannya untuk ikut mencoba.

"Ini hanya orang tertentu yang bisa pakai ini. Coba, Pak, coba, Pak," ujar salah seorang pemuda.

Ajakan itu kembali disampaikan.

"Iya, coba dulu," katanya.

Namun, Sahat memilih tidak menerima tantangan tersebut.

Ia justru membalasnya dengan kelakar mengenai tugasnya sebagai Kasatpol PP Kota Bengkulu.

"Jangan memainkan yang bukan keahliannya. Keahlian saya menjaga ketenteraman kota," kata Sahat.

Jawaban tersebut membuat suasana semakin cair.

Para pemuda yang berada di sekitar Sahat tampak tersenyum dan tertawa.

Bahkan, sempat muncul gurauan mengenai kemungkinan Sahat terjatuh apabila benar-benar mencoba sepatu roda.

"Kalau sampai jatuh lah, kamu videokan," terdengar dalam percakapan.

"Enggak lah. Malu, ampun," balas Sahat.

"Kan seru-seruan," jawab pemuda tersebut.

Sahat Penasaran dengan Sepatu Roda

Meski tidak bersedia mencobanya, Sahat tampak tertarik melihat lebih dekat sepatu roda milik para pemuda.

Ia memegang sepatu roda berwarna hitam dengan kedua tangannya sembari memperhatikan bagian rodanya.

Percakapan kemudian beralih kepada bentuk sepatu roda tersebut.

"Empat rodanya, sama dengan mobil?" tanya Sahat.

"Ada yang tiga, Pak," jawab salah seorang pemuda.

Sahat kemudian menyinggung ukuran roda.

"Tapi lebih besar diameter?"

"Oh, diameternya," terdengar jawaban dari kelompok tersebut.

Percakapan yang awalnya bermula dari teguran terhadap aktivitas hingga dini hari itu pun berlanjut ke harga sepatu roda.

Sahat kemudian bertanya berapa harga sepatu roda yang sedang dipegangnya.

"Ini berapa harganya?" tanya Sahat.

"Satu juta tujuh ratus, Pak," jawab seorang pemuda.

"Satu juta tujuh ratus?" Sahat kembali memastikan.

"Iya," jawab pemuda tersebut.

Mendengar harga Rp1,7 juta, Sahat kembali melontarkan kelakar.

"Gaji kita, Bos. Nanti anak aku enggak sekolah gara-gara beli ini," katanya.

Percakapan tersebut kembali disambut dalam suasana santai oleh para pemuda di sekitarnya.

Pemuda Minta Dicarikan Tempat Latihan

Pertemuan tersebut tidak hanya diwarnai perbincangan mengenai sepatu roda.

Para pemuda juga menyampaikan permintaan kepada Kasatpol PP Kota Bengkulu.

Mereka meminta dicarikan tempat berlatih atau bermain sepatu roda yang dapat digunakan pada pagi, siang, dan sore hari.

Dengan adanya tempat tersebut, mereka tidak mesti berlatih atau bermain sepatu roda pada malam hari hingga menjelang pagi.

Pertemuan di halaman Masjid Raya Baitul Izzah itu pun tidak berakhir dengan ketegangan.

Teguran yang bermula ketika Kasatpol PP menemukan sekelompok pemuda berlatih sepatu roda sekitar pukul 00.45 WIB justru berkembang menjadi perbincangan mengenai sepatu roda.

Mulai dari tantangan kepada Sahat untuk mencobanya, jumlah dan diameter roda, hingga harga sepatu roda menjadi bagian dari percakapan mereka malam itu.

Di tengah perbincangan tersebut, para pemuda juga menyampaikan keinginan memiliki tempat latihan yang dapat digunakan pada pagi, siang, dan sore hari sehingga mereka tidak mesti berlatih hingga dini hari.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.