Laporan Wartawan TribunGayo.com Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TRIBUNGAYO.COM, KUTACANE - Berdiri megah di pusat Kota Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh Masjid Agung At Taqwa menjadi salah satu destinasi wisata religi unggulan di Bumi Sepakat Segenap.
Masjid ini tampil mencolok dengan balutan warna dan ornamen khas adat Alas Gayo sebuah keunikan arsitektur yang menjadikannya tampil beda dari masjid-masjid lain di Aceh.
Pembangunan masjid megah ini menelan anggaran sebesar Rp 72.968.900.000.
Dana tersebut tidak hanya dialokasikan untuk mempercantik tampilan luar, tetapi juga untuk melengkapi berbagai fasilitas penunjang modern serta elemen dekoratif yang bernilai seni tinggi.
Keindahan Masjid Agung At Taqwa terpancar dari kombinasi lima kubah utama, 15 kubah pendamping, serta empat menara yang menjulang tinggi.
Tampilannya kian menawan berkat hiasan bahan Glassfibre Reinforced Concrete (GRC) bermotif etnik Alas Gayo, sentuhan kayu jati, serta kaligrafi Surah Al-Fatihah.
Di bagian interior, lantai masjid dilapisi granite laxmi red, sementara area luar menggunakan granite black gold.
Masjid ini juga dilengkapi dengan sarana modern seperti sound system berkapasitas 10.000 watt, koneksi internet, tata cahaya interior-eksterior, hiasan lampu berbentuk bunga, hingga air mancur.
Masjid Agung At Taqwa memiliki kapasitas penampungan hingga 4.000 jemaah di dalam ruang utama dan 2.000 jemaah di area luar.
Pada siang hari, keindahan masjid terpancar dari ketajaman warna etnik Alas Gayo pada dinding dan kubahnya yang menyatu dengan latar langit cerah.
Saat malam tiba, nuansa masjid berubah menjadi sangat megah dengan lampu hias yang gemerlap.
Kehadiran pusat kuliner dan wahana permainan anak di area depan membuat suasana di sekitar masjid semakin hidup.
Masjid yang berdiri di atas lahan seluas 12.230 m⊃2; dengan luas bangunan 2.675 m⊃2; ini menyediakan fasilitas pendukung yang lengkap, antara lain:
Pembangunan Masjid Agung At Taqwa di lokasi masjid lama digagas oleh almarhum Ir H Hasanuddin B MM mantan Bupati Aceh Tenggara yang juga bertindak sebagai perancang desain.
Setelah melalui proses pembangunan, masjid ini diresmikan oleh Ketua DPR RI saat itu, Dr H Ade Komaruddin MH pada 8 April 2016.
Sejak diresmikan, masjid ini diproyeksikan menjadi ikon kekuatan spiritual umat Islam di Tanah Alas.
Salah seorang pengunjung, Lisnawati, menyampaikan rasa bangganya terhadap keberadaan masjid ini.
"Masjid ini sangat indah dan megah. Tentu menjadi ikon di Tanah Alas Metuah sekaligus kebanggaan masyarakat Aceh Tenggara dan Aceh pada umumnya, sejalan dengan diberlakukannya Qanun Syariat Islam," ujar Lisnawati pada Minggu (23/8/2026). (*)
Baca juga: Proyek P3-TGAI di Aceh Tenggara Diduga jadi "Ladang Empuk Korupsi", Ini Kata Ketua Kelompok
Baca juga: Harga Pinang Muda di Aceh Tenggara Turun Tipis, Pinang Kering Bertahan Stabil
Baca juga: Jalan Pedesaan Kuta Tengah-Lawe Loning Aceh Tenggara Ambruk Sepanjang 50 Meter