TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Reses anggota DPRD Prabumulih yang dilakukan bertepatan dengan musim kemarau membuat banyak usulan yang masuk terkait permintaan pembangunan sumur bor di sejumlah titik.
Para lurah, camat, dan kepala desa mengusulkan pembangunan sumur bor lantaran saat ini banyak warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Bahkan, ada yang terpaksa meminta air bersih kepada warga lainnya.
Menanggapi usulan pembangunan sumur bor tersebut, Gunawan Nopindra yang mewakili Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Prabumulih menjelaskan bahwa pembangunan sumur bor tahun ini telah dianggarkan dalam APBD induk untuk tiga titik.
"Untuk tahun ini pembangunan sumur bor akan dilakukan di tiga titik di Kota Prabumulih karena sudah dianggarkan di APBD Induk," ungkap Gunawan dalam reses tersebut.
Adapun tiga titik tersebut berada di kawasan Kelurahan Tugu Kecil, Kecamatan Prabumulih Timur; Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat; dan Kelurahan Tebing Tanah Putih, Kecamatan Prabumulih Barat.
"Untuk tahun ini dianggarkan di APBD Induk hanya di Tugu Kecil, Patih Galung, dan Tebing Tanah Putih. Itu yang akan dibangun," lanjutnya.
Lebih lanjut, Gunawan mengaku sejumlah usulan pembangunan sumur bor di wilayah lain di Kota Prabumulih juga telah masuk kepada pihaknya. Usulan tersebut kemudian telah disampaikan kepada DPRD Prabumulih untuk dianggarkan ke depannya.
"Untuk pengajuan di daerah lain atau wilayah lain sudah disampaikan kepada dewan. Harapan kita semoga bisa direalisasikan," lanjutnya.
Baca juga: Profil Iptu Kiki Herry Kiswanto, Sosok Ramah Kini Mengemban Amanah Kasat Intel Polres Prabumulih
Sementara itu, Ketua DPRD Prabumulih H Deni Victoria menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan ditampung dan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan program pembangunan.
"Setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kita tampung. Selanjutnya akan dilihat mana yang lebih prioritas dan benar-benar dibutuhkan masyarakat nantinya untuk dilakukan penganggaran," ujarnya dalam reses tersebut.
Seperti diketahui, Kota Prabumulih dalam beberapa bulan terakhir tidak mengalami hujan sehingga membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, banyak masyarakat terpaksa membeli atau bahkan meminta air ke PDAM menggunakan jeriken.
Tidak hanya itu, banyak juga masyarakat yang terpaksa meminta air kepada tetangga yang memiliki sumur bor maupun mencari sumber air bersih di sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com