Data Desil DTSEN Tak Sesuai? Simak Cara Ajukan Pembaruan Data
Arthur Gideon August 23, 2026 09:30 PM

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat yang menemukan informasi mengenai diri atau keluarga dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) belum sesuai dengan kondisi sebenarnya dapat mengajukan pembaruan data melalui kanal resmi yang tersedia.

Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan pemutakhiran data menjadi bagian penting untuk memastikan DTSEN terus mencerminkan kondisi sosial ekonomi masyarakat terkini.

DTSEN sendiri digunakan sebagai rujukan bersama pemerintah dalam perencanaan, penetapan sasaran, dan evaluasi berbagai program. Karena itu, kualitas dan akurasi data menjadi hal penting.

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan masyarakat juga memiliki peran dalam memastikan informasi mengenai diri dan keluarganya sesuai kondisi sebenarnya.

“BPS bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terus melakukan pemutakhiran untuk menjaga kualitas DTSEN agar semakin mencerminkan kondisi masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam memastikan informasi diri dan keluarganya sesuai kondisi sebenarnya juga menjadi bagian penting dari proses tersebut,” ujar Amalia dikutip Minggu (23/8/2026).

Masyarakat dapat menyampaikan pembaruan melalui beberapa mekanisme yang telah tersedia. Salah satunya melalui kanal Cek Bansos milik Kementerian Sosial, baik melalui situs maupun aplikasinya.

Selain itu, pembaruan dapat dilakukan melalui SIKS-NG dengan bantuan operator desa atau kelurahan.

 

Cek DTSEN

Anak-anak bermain di permukiman padat penduduk kawasan Cakung, Jakarta. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Anak-anak bermain di permukiman padat penduduk kawasan Cakung, Jakarta. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Masyarakat juga dapat menggunakan kanal Cek DTSEN untuk menyampaikan informasi terkait data sosial ekonomi keluarga.

Namun, pengajuan pembaruan data tidak berarti posisi desil akan berubah secara otomatis.

Informasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bagian dari proses pemutakhiran. Selanjutnya, data dapat diproses dan dihitung kembali berdasarkan metode serta ketentuan yang berlaku.

Hal ini penting karena posisi desil tidak ditentukan berdasarkan satu indikator saja. BPS menggunakan berbagai karakteristik sosial ekonomi dalam melakukan pemeringkatan.

Beberapa faktor yang dipertimbangkan antara lain kondisi perumahan, sumber air minum, energi untuk memasak, kepemilikan aset, listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan disabilitas.

Dengan demikian, perubahan satu kondisi tertentu belum tentu langsung mengubah posisi desil keluarga.

 

Data Terbaru

Per 10 Juli 2026, DTSEN Versi 3 Tahun 2026 mencakup 290,13 juta record individu dan 95,98 juta record keluarga. Data tersebut terus dimutakhirkan melalui berbagai sumber, termasuk data administrasi, sensus dan survei, pemutakhiran oleh kementerian/lembaga serta pemerintah daerah, pengecekan lapangan, hingga informasi dari masyarakat.

BPS mengimbau masyarakat memastikan informasi mengenai diri dan keluarga yang tercatat dalam DTSEN sesuai dengan kondisi sebenarnya agar basis data pemerintah semakin akurat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.