Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Puluhan gedung sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, disebut masih mengalami kerusakan sedang hingga berat dan belum tersentuh program rehabilitasi.
Dewan Pendidikan Kabupaten Pangandaran mendesak Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) melakukan pendataan ulang secara menyeluruh dan objektif terhadap kondisi sarana pendidikan.
Anggota Dewan Pendidikan Pangandaran, Aos Firdaus, menyebut sedikitnya 91 SDN dalam kondisi memprihatinkan namun belum mendapatkan intervensi perbaikan.
Baca juga: Soroti Wacana Tes Urine di Sekolah, Aten Munajat: Fokuskan pada Rehabilitasi dan Perlindungan Anak
Menurut Aos, kondisi tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan sekaligus belum optimalnya keseriusan pemerintah daerah dalam menjamin keamanan dan kelayakan fasilitas belajar siswa.
"Sebanyak 91 SDN rusak sama sekali tidak tersentuh perbaikan. Ini mencerminkan lemahnya pengawasan dan ketidakseriusan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Pangandaran," ujar Aos kepada Tribun Jabar melalui WhatsApp, Minggu (23/8/2026) siang.
Sorotan tersebut semakin mengemuka karena anggaran fisik pendidikan untuk jenjang SD mencapai miliaran rupiah.
Berdasarkan dokumen realisasi anggaran, belanja fisik SD yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Dana Alokasi Umum (DAU) tercatat sebesar Rp 10,3 miliar pada 2024.
"Terus, anggaran serupa kembali dialokasikan pada 2025 dengan nilai sekitar Rp 9,78 miliar," katanya.
Ia mempertanyakan penggunaan anggaran tersebut jika masih terdapat puluhan sekolah yang mengalami kerusakan dan tidak masuk dalam program rehabilitasi.
Ia pun mempertanyakan dasar penentuan sekolah yang masuk dalam skala prioritas rehabilitasi.
"Apakah Disdikpora mempunyai data kebutuhan skala prioritas sebagai dasar perencanaan peningkatan sarpras, atau jangan-jangan rehabilitasi ini berjalan atas arahan pihak tertentu? Ada sekolah yang sudah bertahun-tahun rusak berat tapi tidak pernah masuk prioritas," ucap Aos.
Sementara itu, Sekretaris Disdikpora Kabupaten Pangandaran, Darso, mengatakan pihaknya sebelumnya sudah mengusulkan 155 sekolah untuk mendapatkan program revitalisasi kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Baca juga: Kisah Mencekam Warga Beringin Cirebon Saat Angin Kencang Meniup Atap: 24 Rumah dan 1 Sekolah Rusak
"Bantuan revitalisasi untuk satuan pendidikan belum terealisasi seluruhnya," ujarnya.
Namun, ia mengaku belum mengetahui secara rinci sekolah mana saja yang sudah mendapatkan program revitalisasi dan sekolah yang belum mendapatkannya.
"Itu ada di bidang masing-masing," kata Darso.
Darso mengklaim program revitalisasi sekolah pada tahun 2026 lebih signifikan dibanding tahun sebelumnya. *