Posko Darurat Unika Ruteng Dampingi Mahasiswa Korban Gempa, Bantuan Alat Bantu Perkuat Pemulihan
Hilarius Ninu August 23, 2026 10:43 PM

Laporan Elvis Hadun, Unika Santu Paulus Ruteng 

TRIBUNFLORES.COM,RUTENG-Layanan kesehatan dan pendampingan psikologis  Posko Tanggap Darurat UNIKA Santu Paulus Ruteng terus bergerak memastikan mahasiswa terdampak gempa mendapat perhatian hingga masa pemulihan.

Posko Tanggap Darurat Bencana dan Solidaritas Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng terus memperkuat pendampingan bagi mahasiswa yang terdampak gempa Flores 15 Agustus 2026. 

Selain memberikan layanan kesehatan dan pemantauan medis, posko juga menyediakan alat bantu jalan bagi mahasiswa yang mengalami cedera akibat bencana.

Layanan tersebut menunjukkan komitmen kampus untuk tidak berhenti pada penanganan awal. Tim posko terus memantau kondisi mahasiswa, memberikan obat-obatan, mendukung perawatan luka, serta membantu proses pemulihan fisik dan psikologis.

 

Baca juga: Gandeng Yayasan Belgia, Polisi Vinsensius dan Istri Bantu Lansia Korban Gempa Flores

 

 

 

Tim juga terus mendorong mahasiswa menjalani kontrol medis secara berkala agar proses pemulihan berjalan dengan baik.

Posko Pastikan Mahasiswa Mendapat Dukungan Selama Pemulihan

Berdasarkan laporan Seksi Kesehatan Posko per 22 Agustus 2026, sejumlah mahasiswa masih membutuhkan pemantauan setelah mengalami luka dan cedera akibat reruntuhan bangunan.

Mahasiswa Inosensia Taek (Shenta) misalnya, mengalami patah tulang kaki setelah tertimpa reruntuhan. Setelah menjalani penanganan medis dan pemasangan gips, tim kesehatan UNIKA mengunjungi mahasiswa tersebut dan memberikan tongkat jalan untuk membantu aktivitas selama masa pemulihan.

Kehadiran tim posko kampus sedikitnya merubah suasana hati Shenta yang menjadi korban gempa bumi 15 Agustus 2026. 

“Saya tentunya sangat senang dan terharu atas kehadiran utusan Kampus dan YASPAR melalui tim Posko seksi kesehatan” tuturnya. 

Menurut shenta, tongkat/kruk yag ia terima dari tim posko sangat terbantu dalam proses pemulihannya paska tulang kakinya patah akibat reruntuhan rumah. 

“Terima kasih banyak atas perhatian Unika Ruteng dan YASPAR. Tongkat/kruk yang diberikan sangat membantu saya untuk bisa bergerak kembali, membantu saya berjalan lebih stabil dan tidak mudah jatuh, mengurangi rasa sakit saat berpijak , membuat saya lebih mandiri untuk aktivitas sehari-hari seperti ke kamar mandi, dapur, dan keluar rumah” jelas Shenta yang adalah mahasiswa PPG. 

Ia menyampaikan bahwa kruk yang ia terima memberi rasa aman dan semangat untuk pulih pasca gempa.  

“Meskipun saya hanya mendapatkan Kruk tapi saya bersyukur karena kampus dan Yayasan turut hadir  turut merasakan apa yang saya  rasakan” ungkaapnya. 

Shenta pun berterima kasih kepada tim posko atas kasih dan pelayanan tulus dan sembari mendoakan agar Tuhan memberkati semua tim.  

“Semoga bantuan seperti ini bisa terus berlanjut sampai kami benar-benar pulih, ada pendampingan kesehatan dan trauma healing untuk korban, ada pelatihan/kegiatan pemberdayaan agar kami bisa bangkit lagi, dan semoga Unika dan YASPAR selalu jadi berkat untuk masyarakat NTT” tutup Shenta. 

Hal serupa dilakukan terhadap Yuliana L. Parit yang akrab disapa Pinkan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), yang mengalami cedera serius hingga harus menjalani amputasi pada jari tengah kaki. Tim kesehatan Posko melakukan kunjungan dan pemantauan serta memberikan kruk sebagai alat bantu berjalan.

Bagi Pinkan, bantuan tersebut memberikan manfaat langsung dalam proses pemulihan karena membantunya kembali berlatih berjalan.

“Saya sangat berterima kasih karena sudah menerima tongkat/kruk dari Posko UNIKA Ruteng. Ini sangat membantu saya untuk latihan berjalan,” ungkap Pinkan.

Kepedulian Kampus Beri Kekuatan bagi Korban

Pinkan juga menyampaikan apresiasi atas perhatian UNIKA Santu Paulus Ruteng dan Yayasan Santu Paulus (YASPAR) terhadap mahasiswa yang mengalami dampak gempa.

“Saya sangat berterima kasih atas kepedulian UNIKA Ruteng dan YASPAR yang hadir. Semoga UNIKA Ruteng dan YASPAR terus memberikan perhatian dan bantuan kepada korban pascagempa. Terima kasih atas kepeduliannya,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kehadiran posko tidak hanya membantu mahasiswa secara fisik, tetapi juga memberikan dukungan moral pada masa sulit. Perhatian kampus membuat mahasiswa merasakan bahwa mereka tetap menjadi bagian dari keluarga besar UNIKA Santu Paulus Ruteng.

Pendampingan Fisik dan Psikologis Berjalan Bersamaan

Posko Darurat UNIKA juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis mahasiswa. Tim menyediakan layanan trauma healing bagi mahasiswa yang mengalami ketakutan, kecemasan, maupun tekanan setelah menghadapi langsung peristiwa gempa.

Pendampingan psikologis berjalan bersama layanan kesehatan agar mahasiswa memperoleh dukungan yang lebih menyeluruh. Tim juga mengajarkan perawatan luka secara mandiri dan memantau kondisi mahasiswa setelah menjalani rujukan medis.

Bagi mahasiswa yang mengalami cedera, alat bantu seperti tongkat dan kruk membantu mereka meningkatkan mobilitas secara bertahap. Sementara itu, pendampingan psikologis membantu mahasiswa membangun kembali rasa aman dan kepercayaan diri setelah mengalami situasi traumatis.

Melalui Posko Tanggap Darurat Bencana dan Solidaritas, UNIKA Santu Paulus Ruteng terus menunjukkan bahwa solidaritas kampus hadir dalam bentuk nyata. Kampus tidak hanya merespons kebutuhan mahasiswa saat bencana terjadi, tetapi juga mendampingi mereka dalam proses pemulihan.

Kehadiran posko menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan layanan kesehatan, alat bantu, pendampingan psikologis, serta dukungan moral. Semangat tersebut memperkuat pesan bahwa dalam menghadapi dampak gempa, mahasiswa UNIKA St. Paulus Ruteng tidak berjalan sendirian.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.