TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pawai HUT ke-81 RI di Jalan Padat Karya Bayur, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), dimeriahkan oleh ratusan warga pada Minggu (23/8/2026).
Tak ingin kehilangan momen kemerdekaan, gabungan masyarakat setempat memilih 'patungan' tenaga menggelar pawai secara mandiri pada Minggu (23/8/2026).
Menariknya, pawai yang baru pertama kali digelar di kawasan ini sukses menyedot perhatian.
Bukan pawai biasa, acara ini menghadirkan perpaduan unik antara ratusan warga, warga binaan pemasyarakatan (WBP), hingga satwa-satwa eksotis yang sengaja dibawa turun ke jalan.
Usut punya usut, acara meriah ini adalah hasil kolaborasi antara warga RT setempat, Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, dan destinasi wisata Rumah Ulin Arya.
Baca juga: Borneo FC Siap Arungi Super League 2026/2027, Matangkan Persiapan dan Tunggu Dukungan Samarinda
Total ada 251 peserta yang tumpah ruah menempuh rute dari depan Lapas Narkotika dan finis di kawasan Rumah Ulin Arya.
Pemandangan langka tersaji saat deretan satwa dari Rumah Ulin Arya ikut berparade. Mulai dari burung kakatua, enggang, merak, ular, hingga kuda.
Anak-anak yang menonton di pinggir jalan pun dibuat histeris kegirangan karena bisa menyentuh satwa-satwa tersebut secara langsung.
Pengelola Rumah Ulin Arya, Sheila Achmad, mengungkapkan bahwa konsep pawai bertajuk 'Desa Bayur' ini memang sengaja dirancang untuk menghibur warga sekitar yang mungkin merindukan atmosfer pawai Agustusan.
"Jadi pawai kemerdekaan kita namakan Desa Bayur karena fokusnya memang menghibur warga-warga Bayur. Karena mungkin enggak semuanya pernah masuk Rumah Ulin, jadi satwanya kita bawa keluar," ungkap Sheila.
Baca juga: Demokrat Kaltim Rayakan HUT ke-25 Bersama Warga, Libatkan 10 RT di Samarinda
Keseruan tak berhenti di situ. Sheila menambahkan, satwa yang ikut pawai bahkan didandani dengan kostum cosplay bertema kemerdekaan.
"Yang menarik ada kuda pakai baju pejuang Jenderal Sudirman dan Pak Karno. Terus ada berbagai macam parrot, kakatua dari Brazil, kakatua Indonesia. Ada ular juga. Jadi kita bawa buat anak-anak bisa pegang-pegang. Intinya kita mau menghibur warga," bebernya.
Warga Binaan Berbagi Hasil Perkebunan
Selain kehadiran satwa, rombongan dari Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda juga menjadi sorotan.
Tak tanggung-tanggung, Kepala Lapas Narkotika Samarinda, Puang Dirham, menerjunkan 100 orang yang terdiri dari petugas dan warga binaan untuk memeriahkan barisan.
Sepanjang jalan, rombongan Lapas tak hanya menampilkan baris-berbaris, tetapi juga melakukan aksi simpatik dengan membagikan hasil perkebunan para narapidana kepada warga, khususnya para lansia.
Baca juga: Perbaikan Kabel SUTM Listrik Selesai, Daftar Wilayah di Samarinda yang Kembali Normal
"Alhamdulillah, kegiatan pada hari ini Lapas terlibat pawai kemerdekaan bersama masyarakat lingkungan sekitar. Sesuai dengan amanah Pak Dirjen Pemasyarakatan, kehadiran kita pasti harus bermanfaat untuk masyarakat," tegas Puang Dirham.
Sambil berjalan, pihak Lapas juga membentangkan spanduk besar.
Bukan sembarang spanduk, melainkan pesan keras untuk menjauhi obat-obatan terlarang.
"Di belakang, kita menyiapkan banner yang mengimbau kepada masyarakat jauhi narkoba. Kita pun sebagai Lapas Narkotika mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari hukuman pidana akibat barang haram tersebut," pesannya.
Menjadi Hiburan Warga Bayur
Sebagai tambahan, pawai yang diikuti oleh drum band SD, kelompok kesenian reog, hingga perguruan pencak silat ini pun sukses menjadi oase hiburan bagi warga Samarinda, khususnya di kawasan Bayur, di tengah absennya pawai skala kota tahun ini.
Baca juga: Mulai Senin 24 Agustus, Jalan RE Martadinata Samarinda Dibuat Satu Jalur, Cek Pengaturan Lalu Lintas
Pawai tersebut menjadi gambaran bagaimana semangat kemerdekaan dapat tumbuh dari lingkungan masyarakat.
Dengan melibatkan berbagai unsur, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan bagi warga untuk merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. (*)