Kemdiktisaintek Beri Pendanaan Kampus Dalam Pendampingan Perizinan UMKM Hingga Strategi Digital
Wahyu Aji August 23, 2026 08:36 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendiktisaintek memberikan pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk "Pendampingan UMKM SEBUKA dalam Pengurusan Izin PKRT dan Strategi Branding Digital untuk Peningkatan Daya Saing Menuju Pasar Internasional".

Program ini dilaksanakan Universitas Borobudur kepada UMKM SEBUKA (Selamatkan Bumi Kita) di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Mereka membantu memperkuat legalitas produk Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT), manajemen usaha, produksi, hingga branding digital. 

Tim Universitas Borobudur diketuai Dr. Indah Kusuma Wardhani, S.H., M.H., bersama Dr. Wahyu Widji Pamungkas, S.Kom., M.M. dan Ir. Arni Kurniati, M.M., serta melibatkan dua mahasiswa.

UMKM SEBUKA menjadi mitra program karena mengembangkan produk berbasis pemanfaatan limbah rumah tangga, salah satunya sabun berbahan dasar minyak jelantah.

Pendampingan diawali dengan identifikasi persoalan pada Juni 2026. Tim menemukan mitra belum memiliki izin PKRT dan mengalami kendala dalam mengakses sistem OSS serta memenuhi persyaratan perizinan.

Selain legalitas, UMKM SEBUKA juga menghadapi keterbatasan sarana produksi dan pemasaran serta belum optimal memanfaatkan media sosial untuk membangun branding produk.

"Legalitas produk menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM karena tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan ketentuan perizinan, tetapi juga mendukung kepercayaan konsumen dan perluasan akses pasar," kata Indah dalam keterangannya, Minggu (23/8/2026).

Pendampingan kemudian dilanjutkan dengan pengurusan izin usaha dan PKRT. 

Tim membantu mitra menyiapkan berbagai dokumen, mulai dari identitas pemohon, data perusahaan dan lokasi usaha, formula produk, label, hingga dokumen administratif dan teknis.

Tim juga menyusun modul pelatihan legalitas PKRT, dokumen proses produksi sabun berbasis minyak jelantah, serta SOP pemenuhan legalitas dan registrasi izin edar PKRT.

Selain legalitas, Universitas Borobudur memberikan pelatihan manajemen usaha pada 15 Juli 2026 yang mencakup pengelolaan operasional, stok, keuangan, pemasaran, serta pemanfaatan media sosial dan marketplace.

Pelatihan branding digital pada 28 Juli 2026 kemudian membahas identitas produk, konsistensi visual, fotografi produk, storytelling, pemanfaatan marketplace, kata kunci, dan testimoni pelanggan.

"Branding digital menjadi bagian penting dalam membangun identitas produk UMKM. Produk yang baik perlu didukung dengan tampilan dan komunikasi yang konsisten agar semakin dikenal dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas," ujar Wahyu.

Sebagai tindak lanjut, pada 19 Agustus 2026 tim menyerahkan sejumlah dokumen dan sarana pendukung kepada UMKM SEBUKA. Bantuan tersebut meliputi rak loyang untuk pengeringan sabun, meja lipat, banner, serta perlengkapan foto produk.

Baca juga: Uji Sidang Terbuka di Universitas Borobudur, Bamsoet Bahas Regulasi Transportasi Online

Indah berharap pendampingan tersebut dapat membuat UMKM SEBUKA semakin tertib dalam aspek legalitas dan produksi, sekaligus mampu memperluas pasar melalui penguatan branding dan pemasaran digital.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.