Kebakaran Lahan Tebu di Sambeng Lamongan Turut Hanguskan Warung Warga
Dyan Rekohadi August 23, 2026 09:32 PM

 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Kebakaran lahan tebu terjadi di Dusun Pandak, Desa Jatipandak, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Minggu (23/8/2026).

Kobaran api yang awalnya membakar lahan tebu milik warga itu kemudian merembet hingga menghanguskan sebuah warung yang berada tidak jauh dari lokasi.

Peristiwa kebakaran itu sempat membuat warga sekitar panik lantaran kobaran api mulai mendekati area permukiman.

Beruntung, warga bersama anggota Polsek Sambeng, instansi terkait, dan petugas pemadam kebakaran bergerak cepat melakukan upaya pemadaman.

Baca juga: Kronologi Maling Motor Perempuan Asal Surabaya, Aksi Di Lamongan Tertangkap Warga

 

Awal Mula Api Membesar

Kasi Humas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, membenarkan adanya peristiwa kebakaran itu.

Ia mengatakan, kebakaran diketahui saat api membakar lahan tebu milik Ahmado (43), warga Desa Selorejo, Kecamatan Sambeng.

"Kemudian api merembet dan membakar warung milik Amar (70), warga Dusun Pandak, Desa Jatipandak," jelas IPDA M. Hamzaid, Minggu (23/8/2026).

Saat itu, seorang saksi yang tengah dalam perjalanan pulang dari sawah melihat adanya kobaran api di lahan tebu.

Api terlihat semakin membesar dan mulai bergerak mendekati bangunan milik warga.

Saksi yang menyadari kondisi itu kemudian berupaya meminta bantuan kepada warga sekitar.

Warga pun berdatangan ke lokasi dan berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

Namun, upaya pemadaman secara manual belum mampu menghentikan kobaran api.

Terlebih, tanaman tebu yang dalam kondisi kering membuat api dengan cepat menjalar di lahan.

Kobaran api akhirnya merembet hingga ke sebuah warung milik Amar yang saat kejadian dalam kondisi kosong.

 

Petugas dan Warga Berjibaku

Melihat api semakin sulit dikendalikan, warga kemudian meminta bantuan kepada Polsek Sambeng dan regu pemadam kebakaran Lamongan.

Kapolsek Sambeng IPTU Ridwan Hariyanto SM bersama anggota kemudian mendatangi lokasi bersama instansi terkait dan Kepala Dusun Pandak.

Petugas bersama warga langsung berjibaku melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas.

Upaya itu dilakukan dengan menyisir titik-titik api yang masih menyala sekaligus memastikan kobaran tidak kembali menjalar ke area lain.

"Petugas bersama warga berjibaku melakukan pemadaman hingga akhirnya api berhasil dikendalikan sekitar pukul 13.00 WIB," terang Hamzaid.

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas kemudian melakukan pengecekan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada lagi bara maupun titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Baca juga: Sapi Tercebur ke Empang di Kembangbahu Lamongan, Petugas Damkar Lakukan Ini

 

Dugaan Penyebab dan Kerugian

Dari hasil penanganan awal, kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah.

Sampah yang dibakar diduga masih menyisakan api atau bara yang kemudian tertiup hingga merambat ke lahan tebu di sekitar lokasi.

Kondisi lahan yang kering membuat api dengan cepat membesar dan menjalar.

Akibat kejadian itu, sebuah warung milik warga turut terdampak kebakaran.

Kerugian materiil akibat peristiwa itu diperkirakan mencapai sekitar Rp 20 juta.

Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian itu.

Baca juga: Lahan Tebu di Lamongan Terbakar, Api Diduga Berasal dari Pembakaran Sampah

 

Imbauan Kewaspadaan Musim Kemarau

Polres Lamongan mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele aktivitas pembakaran sampah, terutama saat kondisi lingkungan kering dan angin cukup mudah membawa bara api.

Hamzaid mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

"Memasuki musim kemarau, masyarakat kami imbau untuk lebih berhati-hati terhadap aktivitas pembakaran sampah. Pastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi dan segera laporkan kepada petugas apabila melihat adanya kebakaran," imbaunya.

Menurutnya, kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk mencegah kebakaran meluas.

Terlebih, lahan pertanian yang mengering dapat menjadi media yang membuat api cepat merambat, bahkan hingga mendekati rumah maupun bangunan milik warga.

Polres Lamongan juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan.

Jika terpaksa melakukan pembakaran, masyarakat diminta memastikan lokasi aman, tidak berada dekat dengan tanaman kering atau bangunan, serta memastikan seluruh api dan bara benar-benar telah padam sebelum meninggalkan tempat.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila melihat titik api atau kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Langkah cepat itu diharapkan dapat mencegah kejadian serupa, sekaligus meminimalkan risiko kebakaran yang dapat merembet ke lahan pertanian, warung, rumah warga, hingga kawasan permukiman.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.