TRIBUNJAKARTA.COM - Setelah berseteru dengan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, Ario Kiswinar Teguh, anak motivator Mario Teguh, ramai mendapatkan dukungan.
Bahkan sejumlah netizen ingin mengadakan galang dana untuk membantu Ario Kiswinar Teguh yang akan dilaporkan Dahnil Anzar Simanjuntak ke polisi.
Diketahui perseteruan Dahnil Anzar Simanjuntak dan Ario Kiswinar Teguh dari unggahan Dahnil saat mengendarai Vespa dengan nomor polisi B 6008 DAS.
Kiswinar menanggapi unggahan Dahnil dengan mempertanyakan status nomor polisi B 6008 DAS yang terpasang pada Vespa tersebut.
Ia mempertanyakan keaslian maupun status administrasi kendaraan yang digunakan Dahnil.
Dahnil lalu merasa difitnah oleh dan Ario Kiswinar dan mengancam akan melaporkan anak Mario Teguh tersebut.
Mendapatkan banyak dukungan dari warganet, bahkan ada yang mempunyai ide untuk melakukan galang dana, Ario dengan tegas menolak.
Ario menilai galang dana tersebut lebih baik diberikan untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kebakaran hutan di Kalimantan.
"Halo warga, terima kasih atas dukungannya ya.
Mengenai keinginan kalian untuk berdonasi kepada saya sebagai bentuk apresiasi, saya mohon dengan sangat disalurkan saja untuk korban kebakaran hutan, ke NTT, atau ke korban bencana lainnya.
Mereka lebih butuh. Inshaa Allaah saya aman kondisinya. Mari kita buktikan slogan “warga jaga warga, warga bantu warga”. Yuk bisa yuk," tulis Ario Kiswinar Teguh.
Dalam data yang beredar, nomor B 6008 DAS tercatat sebagai kendaraan Vespa tipe Scooter dengan kapasitas mesin 150 cc.
Kendaraan tersebut disebut merupakan produksi tahun 1974, menggunakan bahan bakar bensin dan oli, serta berwarna biru.
Data yang beredar juga mencantumkan tanggal pendaftaran kendaraan pada 22 Agustus 2026.
Informasi pajak kendaraan yang turut ditampilkan menyebut tanggal PKB berikutnya pada 21 Agustus 2027 dan masa berlaku STNK hingga 21 Agustus 2031.
Beredarnya data tersebut kemudian membuat perdebatan di media sosial semakin berkembang.
Meski demikian, informasi yang beredar di media sosial tersebut menjadi bagian dari polemik dan tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh konteks kepemilikan maupun administrasi kendaraan.
Dahnil kemudian merespons tudingan yang diarahkan kepadanya.
Ia menyatakan keberatan dan menyebut akan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.
Dahnil menilai pernyataan Kiswinar sebagai fitnah dan meminta yang bersangkutan mempertanggungjawabkannya secara hukum.
"Mas sy lapor secara resmi ya fitnah anda ini. Silahkan dipertanggungjawabkan secara hukum, sebagai pembelajaran bagi anda dan banyak pihak yg terbiasa ringan menebar fitnah dan benci," tulis Dahnil di akun Threadsnya.
Pernyataan tersebut membuat persoalan yang awalnya hanya berlangsung melalui kolom komentar media sosial berpotensi berlanjut ke ranah hukum.
Kiswinar kemudian kembali memberikan tanggapan terhadap rencana Dahnil untuk melaporkannya.
Ia mempertanyakan alasan dirinya dilaporkan, sembari menyinggung persoalan pembayaran pajak kendaraan.
Kiswinar juga menyindir bahwa polemik tersebut justru membuat persoalan administrasi kendaraan menjadi perhatian publik.
"Izin ini bagaimana ya. Saya mau dilaporkan karena berhasil membuat anda taat pajak apa bagaimana ini," tulis Kiswinar.
Hingga kini, perseteruan keduanya masih menjadi perhatian warganet.
Persoalan yang awalnya bermula dari komentar mengenai Vespa berkembang menjadi perdebatan mengenai nomor polisi dan status kendaraan, kemudian berujung pada ancaman laporan polisi dari Dahnil Anzar.
Belum diketahui apakah laporan tersebut benar-benar telah dibuat atau masih sebatas rencana seperti yang disampaikan Dahnil melalui media sosial.