TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara (Kaltara) mengimbau masyarakat menggunakan masker berfiltrasi tinggi saat beraktivitas di luar rumah di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinkes Kaltara melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Yuan Erenst Sukawatie, mengatakan penggunaan masker dengan filtrasi tinggi menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan masyarakat selama kualitas udara menurun.
"Untuk kondisi kabut asap seperti sekarang, kami menganjurkan masyarakat menggunakan masker N95. KN95 dan KF94 juga bisa digunakan karena memiliki kemampuan filtrasi yang tinggi," ujar Yuan, Minggu (23/8/2026).
Selain memilih masker yang tepat, Yuan mengingatkan masyarakat memastikan masker terpasang dengan benar dan menutup rapat area hidung serta mulut agar perlindungannya maksimal.
Baca juga: Jumat 21 Agustus 2026, Kualitas Udara di Tarakan Kategori Sedang, DLH: Kabut Asap Kiriman dari Luar
Menurutnya, paparan polusi udara dalam jangka pendek maupun panjang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit pada sistem pernapasan.
Beberapa penyakit yang dapat dipicu atau diperburuk akibat paparan asap antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pneumonia, asma hingga kanker paru.
Dinkes Kaltara juga mengingatkan kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia) dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit sensitif terhadap polusi udara agar lebih berhati-hati.
"Kelompok rentan sebaiknya membatasi aktivitas di luar rumah. Kalau memang harus keluar, gunakan masker yang sesuai dan pastikan terpasang rapat," ucapnya.
Selain itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan rumah selama kabut asap masih terjadi.
Area sekitar rumah dapat dibasahi dengan air agar debu tidak mudah beterbangan, sementara lantai, jendela, dan ventilasi perlu dibersihkan secara rutin.
(*)
Penulis : Desi Kartika