BREAKINGNEWS- Kemdiktisaintek Tunjuk Prof Ali Rokhman Jadi Plt Rektor Unsoed
Rustam Aji August 23, 2026 10:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi menunjuk Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Penunjukan ini guna memastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan (vacum of power) di tengah penanganan kasus hukum di lingkungan Unsoed oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Plt Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., M.B.A., Ph.D, menyatakan bahwa pihaknya prihatin atas persoalan hukum yang melibat kampus kenamaan di Purwokerto tersebut. Kemdiktisaintek menegaskan tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran maupun penyalahgunaan wewenang di perguruan tinggi.

"Kemendiktisaintek tidak menoleransi segala bentuk pelanggaran hukum dan penyalahgunaan kewenangan. Kami menghormati sepenuhnya proses hukum yang berjalan dan mendukung penegakan hukum oleh KPK," ujar Prof. Badri dalam konferensi pers di Unsoed, Minggu (23/8/2026).

Penetapan Plt Rektor Unsoed dilakukan langsung berdasarkan arahan Mendiktisaintek, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. Tmt (Terhitung Mulai Tanggal) penunjukan Prof. Ali Rokhman berlaku efektif per Minggu (23/8/2026) pukul 00.00 WIB.

Prof. Badri menegaskan, seluruh kewenangan rektor kini beralih kepada Plt Rektor, termasuk keabsahan administrasi akademik. Selain menjamin keberlangsungan Tridharma Perguruan Tinggi, Plt Rektor bertugas memfasilitasi persiapan pemilihan rektor definitif sesuai statuta kampus.

"Sekarang sudah tidak ada lagi vacum of power. Semua kewenangan rektor dijalankan oleh Plt Rektor. Kami pastikan legalitas tanda tangan ijazah oleh Plt Rektor adalah sah," tegasnya.

Baca juga: Terkuak Perintah Rektor Unsoed Jalur Mandiri: Jangan Diminta di Awal

Menanggapi amanah tersebut, Prof. Ali Rokhman menyatakan fokus utamanya saat ini adalah memastikan seluruh aktivitas perkuliahan, riset, serta pelayanan administrasi bagi mahasiswa, dosen, dan alumni berjalan normal tanpa kendala.

"Ini amanah yang luar biasa. Fokus pertama saya adalah memastikan seluruh kegiatan layanan Tridharma Perguruan Tinggi tetap berlangsung lancar. Kedua, kami berkomitmen untuk sepenuhnya mematuhi dan kooperatif terhadap proses hukum yang sedang berjalan di KPK," kata Ali Rokhman.

Dengan penunjukan ini, Kemdiktisaintek Unsoed berharap tata kelola Universitas Jenderal Soedirman dapat kembali transparan dan akuntabel, sembari mempersiapkan proses pemilihan rektor baru dalam rentang waktu enam bulan hingga satu tahun ke depan.

Profil Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si

Penunjukan Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mencuri perhatian publik. Akademisi kawakan kelahiran Peguyangan, Kabupaten Brebes tahun 1967 ini bukan sosok asing di lingkungan kampus Purwokerto, mengingat ia merupakan alumni murni Fisip Unsoed.

Penetapan Profil Prof. Ali Rokhman sebagai pimpinan sementara Unsoed oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dinilai tepat lantaran ia memiliki rekam jejak kepemimpinan manajerial perguruan tinggi yang matang.

"Ini amanah yang luar biasa bagi pribadi untuk memimpin sementara Universitas Jenderal Soedirman dan memastikan seluruh layanan akademik tetap berjalan lancar," ujar Ali usai penunjukannya.

Baca juga: Jaga Marwah Almamater, Alumni Kedokteran Unsoed Buka Suara Soal Kasus KPK

Jejak pendidikan akademis Plt Rektor Unsoed ini terbilang mentereng. Usai menyelesaikan studi Sarjana (S1) di Fisip Unsoed, Ali melanjutkan jenjang Magister (S2) di Universitas Brawijaya Malang, hingga merengkuh gelar Doktor (S3) dari Asahi University, Jepang.

Sebelum dipercaya memimpin Unsoed, Prof. Ali Rokhman memiliki pengalaman menahkodai perguruan tinggi lain. Pada periode 2017–2021, ia menjabat sebagai Rektor Institut Teknologi Telkom Purwokerto (sekarang Universitas Telkom Purwokerto). Usai menuntaskan tugasnya di IT Telkom, ia kembali mengabdi sebagai dosen pengampu di Jurusan Administrasi Publik Fisip Unsoed.

Karier akademiknya kian melejit setelah ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Unsoed pada Mei 2025 lalu. Dalam orasi ilmiah pengukuhannya, Ali mengangkat gagasan strategis bertajuk Transformasi Menuju Government 5.0 pada Pemerintahan Lokal di Indonesia, sebuah konsep modernisasi tata kelola pemerintahan berbasis teknologi digital.

Nama Prof. Ali Rokhman sejatinya sempat meramaikan bursa pemilihan rektor Unsoed baru pada April 2026 lalu. Berbekal pengalaman manajerial, rekam jejak riset internasional, serta penguasaan tata kelola organisasi, kini ia dipercaya penuh oleh pemerintah untuk menjaga stabilitas dan integritas layanan publik Unsoed di tengah proses hukum yang sedang berjalan.  (jti) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.