BOLASPORT.COM - Bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott buka suara soal masa-masanya bermain demi lambang Garuda di dada.
Pernyataan tersebut disampaikan kepada South Wark News pada Jumat (21/8/2026) waktu Inggris.
Sebagai informasi, Elkan Baggott memang pemain kelahiran Bangkok, Thailand, tetapi berhak membela Timnas Indonesia melalui jalur ibunya yang merupakan Warga Negara Indonesia.
Elkan Baggott memulai debutnya pada November 2021 dan sempat jadi pilihan reguler di lini belakang Skuad Garuda.
Namun, dirinya sempat absen sepanjang Januari 2024-Maret 2026.
Meski begitu, dirinya kembali memperkuat Timnas Indonesia setelah John Herdman duduk di kursi kepelatihan.
Bek 23 tahun tersebut memilih dua momen paling berkesan dalam kariernya di Timnas Indonesia.
Momen pertama tentu ikut tampil saat Timnas Indonesia menantang Argentina pada 19 Juni 2023 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Saat itu, Skuad Garuda kalah 0-2 dari Argentina.
La Albiceleste kala itu datang setelah menjadi juara Piala Dunia 2022.
Bagi Elkan Baggott, pengalaman tersebut jelas paling membahagiakan.
“Kami pernah bermain melawan Argentina dalam pertandingan persahabatan setelah mereka memenangkan Piala Dunia," ujar Elkan Baggott kepada South Wark News.
"Saya rasa itu adalah pertandingan persahabatan pertama atau kedua mereka, jadi itu pengalaman yang luar biasa," ujarnya.
Selain itu, Elkan Baggott menyebut momen saat mengantarkan Timnas Indonesia ke fase gugur Piala Asia untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.
Momen yang dimaksud terjadi saat Timnas Indonesia lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023.
Sang bek mengaku momen tersebut adalah kenangan terbaiknya membela Merah Putih.
Timnas Indonesia saat itu lolos berkat status peringkat ketiga terbaik.
Skuad Garuda mengakhiri fase grup dengan satu kemenangan atas Vietnam dengan skor 1-0.
Setelahnya, Merah Putih yang diasuh Shin Tae-yong kalah di dua laga sisa fase grup atas Irak (3-1) dan Jepang (3-1).
Langkah Elkan Baggott dkk. terhenti pada babak 16 besar Piala Asia 2023.
Saat itu, Timnas Indonesia digulung dengan skor 0-4.
“Saya mungkin akan mengatakan bahwa ketika kami lolos ke babak 16 besar Piala Asia," ujar bek 23 tahun tersebut.
"Itu seperti pertama kalinya dalam sejarah kami mencapai tahap itu."
"Itu mungkin kenangan terbaik yang saya miliki," ujarnya.