BOLASPORT.COM - Tunggal putri Korea Selatan, An Se-young, kembali untuk menjemput gelar Juara Dunia. Kesempurnaan di Kejuaraan Dunia 2026 dijaganya sampai laga final kontrak Akane Yamaguchi sang penantang terkuat.
An Se-young mengalahkan Akane Yamaguchi dalam final Kejuaraan Dunia 2026 yang digelar pada Minggu (23/8/2026) di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India.
Pertandingan kali ini menjadi final yang ideal dan tak hanya karena peringkat tetapi tren sangat kuat yang sedang dirangkai keduanya.
Yamaguchi, nomor dua dunia dan juara bertahan, tak pernah gagal mencapai final sejak Mei lalu. Kejuaraan Dunia adalah final ketujuhnya secara beruntun dan 3 trofi telah dikantongi.
Adapun An Se-young menggertak persaingan sejak musim 2026 dimulai sampai dirinya harus kalah dini di Japan Open karena cedera.
Menjaga tahkta sebagai ratu bulu tangkis, An Se-young tak pernah gagal mencapai laga puncak dalam enam turnamen pertamanya. Itu pun hanya sekali sang kampiun Olimpiade gagal.
Kejuaraan Dunia adalah comeback-nya dan An kembali sulit dikalahkan. An membuktikan kelas dengan lolos ke final tanpa sekali pun kehilangan gim. Yamaguchi pun demikian.
Laga final pun berjalan ketat dan alot. Pada gim pertama, sulit untuk menebak siapa yang akan menang sampai kedudukan sama kuat di 17-17.
Yamaguchi terlihat kuat saat membalikkan keadaan dari 12-15 menjadi 16-15. Namun, An tak terbendung dengan 4 poin beruntun menuju angka 21.
Persaingan masih sengit pada gim kedua. Kedua pemain saling mendorong satu sama lain ke batas performa dalam reli-reli yang panjang.
An Se-young masih memimpin sejak 8-7. Namun, dia sempat dibuat berlari mengejar kok hingga terjatuh akibat placing cerdik Yamaguchi saat keunggulannya dipangkas menjadi 13-11.
An Se-young mampu bangkit untuk memegang kendali.
Smes lurusnya yang menyusuri garis samping gantian menghasilkan winner setelah Yamaguchi gagal menjangkaunya walau sudah menjatuhkan badan. Skor berubah menjadi 17-12.
Yamaguchi membalas sekali lagi sebelum keuletan Juara Dunia tiga kali ini diuji dengan tekanan bertubi-tubi dari An.
Serangan An terus dimentahkan walau Yamaguchi diombang-ambingkan, termasuk tembakan sulit yang mengarah ke badan sampai lob serang yang menggoyahkan kuda-kudanya.
Yamaguchi 'KO' setelah tarik ulur kesekian kali. Langkahnya akhirnya terlalu jauh untuk dorongan pelan An yang mematikan. Kedudukan berubah menjadi 18-13.
Championship point didapatkan An dengan skor 20-14 berkat tembakan cepat ke sisi backhand Yamaguchi yang kurang siap.
Netting tipis yang memancing kesalahan Yamaguchi menutup laga dengan skor 21-17, 21-14 untuk kemenangan An Se-young.
Bagi An, kemenangan ini membawanya ke kesuksesan keduanya di Kejuaraan Dunia 2026.
Titel Juara Dunia tahun ini lebih spesial bagi jawara kelahiran Gwangju itu daripada ketika 2023. Pasalnya, An berhasil mengawinkan titel Juara Asia dan Juara Dunia.
Adapun bagi Yamaguchi, koleksi medalinya di Kejuaraan Dunia kini lengkap.
Setelah 3 emas dan 2 perunggu, warna perak dari medali Kejuaraan Dunia masuk ke lemari sang mantan pemain nomor satu ini,
Tentunya, keping emas keempat tetap lebih manis karena bakal membuatnya menjadi tunggal putri tersukses di Kejuaraan Dunia, melewati rekor bersama Carolina Marin.