Desa Adat Sade merupakan identitas masyarakat NTB, khususnya Suku Sasak

Lombok Tengah, NTB (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani mengusulkan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan untuk merevitalisasi rumah adat Sade di Desa Rambitan, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pasca-terbakar hebat pada Sabtu (22/8) malam.

"Kami bersama Pak Bupati akan usulkan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan untuk merevitalisasi Desa Adat Sade ini melakui program revitalisasi cagar budaya," ujar Hadrian Irfani usai meninjau dan menyapa warga korban terdampak kebakaran di Desa Adat Sade Lombok Tengah, Minggu.

Ia menegaskan bahwa Desa Adat Sade merupakan identitas masyarakat NTB, khususnya Suku Sasak, sehingga dibutuhkan kerja sama semua pihak untuk bergotong royong memulihkan wilayah itu pascakebakaran.

"Desa Adat Sade ini kebanggaan kita semua maka harus kita gotong royong bangun dan tata serta revitalisasi kembali," tegasnya.



Hadrian berkomitmen mengawal pengusulan anggaran untuk dapat membantu merevitalisasi rumah-rumah warga di Desa Adat Sade yang terbakar. Meski demikian, dirinya belum menghitung berapa besar kebutuhan untuk merevitalisasi perkampungan Adat Sade tersebut.

"Tadi juga kami bersama ibu Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati berkomitmen bersama sama Pemkab Lombok Tengah, kami akan tata dan bangun kembali Desa Adat Sade. Kemungkinan minggu ini saya minta Kemenbud turun untuk cek ke lokasi," katanya.

Diketahui, kebakaran hebat melanda kawasan permukiman cagar budaya Desa Adat Sade di Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB pada Sabtu (22/8) malam.

Kepala Desa Rembitan, Lalu Winakse, menyampaikan bahwa musibah kebakaran terjadi sekitar pukul 22.00 WITA.

Karakteristik bangunan rumah adat Suku Sasak di Desa Sade yang memanfaatkan atap jerami kering serta dinding dari anyaman bambu, membuat kobaran api merambat dan membesar dengan sangat cepat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.