BANJARMASINPOST.CO.ID - Gelar kedua di ajang yang sama berhasil ditorehkan tunggal putri Korea An Se Young.
Tunggal putri asal Korea ini sebelumnya di tahun 2023 meraih juara pertama Kejuaraan Dunia BWF.
Nah, tiga tahun berselang An Se Young berhasil merebut kembali medali emas.
An Se Young berhasil mengalahkan Akane Yamaguchi dari Jepang, Minggu (23/8/2026).
Menariknya lagi, An Se Young selama mengikuti Kejuaraan Dunia BWF 2026, tak pernah kehilangan satu gim pun.
Bermain di Indira Gandhi Stadium, New Delhi, India, An Se-young berhasil mengalahkan Akane hanya dalam dua gim dengan skor 21-17, 21-14 selama 49 menit.
Baca juga: Link Live Streaming Elche vs Barcelona, Saksikan Kick-off Tayang 02.30 WIB di Vidio
Baca juga: Tak Live ANTV! Link dan Cara Nonton Frosinone vs Juventus di Serie A, Streaming Vidio Malam Ini
Akane memang sempat memberikan tekanan pada awal gim pertama dan kedua, tetapi determinasi An Se-young perlahan membuat pertandingan berada dalam kendalinya.
Sehingga An Se-young berhasil menunjukkan mengapa dirinya layak disebut sebagai salah satu ratu bulu tangkis dunia.
Kemenangan tersebut sekaligus memastikan An Se-young meraih gelar juara dunia keduanya setelah sebelumnya mengangkat trofi pada edisi 2023.
Hasil ini juga membuat Korea dipastikan mengoleksi dua medali emas di Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah sebelumnya Baek Ha-na/Lee So-hee menjadi juara dari sektor ganda putri.
Koleksi dua emas tersebut membuat Korea menyamai perolehan delegasi Prancis yang lebih dahulu mengamankan gelar melalui Thom Gicquel/Delphine Delrue di ganda campuran dan Alex Lanier pada tunggal putra.
Namun, pencapaian An Se-young tidak hanya istimewa karena berhasil mengamankan gelar kedua, melainkan juga karena perjalanan menuju podium tertinggi dilaluinya dengan sempurna.
An Se-young mengawali perjuangannya sejak babak 64 besar dengan menghadapi Kaloyana Nalbantova dari Bulgaria dan langsung meraih kemenangan dua gim dengan skor 21-14, 21-13.
Taji An Se-young kemudian berlanjut pada babak 32 besar ketika bertemu wakil Indonesia, Thalita Wiryawan, yang berhasil ditaklukkannya dengan skor 21-15, 21-11.
Pada babak 16 besar, Mia Blichfeldt dari Denmark juga tidak mampu menghentikan laju An Se-young setelah kembali kalah dua gim dengan skor 21-16, 21-10.
Tantangan yang lebih berat baru muncul pada perempat final ketika An Se-young harus berhadapan dengan Han Yue dari China yang sempat memberikan tekanan pada awal pertandingan.
Meski sempat berada dalam situasi sulit, An Se-young mampu membalikkan keadaan dan menuntaskan perlawanan Han Yue dengan kemenangan 21-19, 21-12.
Memasuki semifinal, Wang Zhi Yi menjadi lawan berikutnya dan mampu membuat An Se-young menjalani duel alot, khususnya pada gim pertama.
Baca juga: Bursa Transfer: Juventus Bajak Lucas Perri dari Torino, Kiper Leeds Masuk Radar Bianconeri
An Se-young tetap berhasil memegang kendali pada momen-momen penting dan akhirnya menyingkirkan Wang Zhi Yi dengan skor 24-22, 21-16.
Akane kemudian menjadi korban terakhir dalam perjalanan sempurna An Se-young setelah juara dunia asal Jepang tersebut ditaklukkan dengan skor 21-17, 21-14.
Kemenangan atas Akane sekaligus mematahkan misi pemain Jepang tersebut untuk menambah koleksi gelar juara dunia menjadi empat.
Akane saat ini masih mengoleksi tiga gelar dunia, sedangkan An Se-young berhasil menambah koleksinya menjadi dua setelah kembali mengangkat trofi pada edisi 2026.
Dengan usia dan performa yang masih menjadi salah satu kekuatannya, An Se-young kini memiliki peluang untuk terus mengejar torehan Akane pada edisi-edisi berikutnya.
Jika mampu mempertahankan gelar pada Kejuaraan Dunia BWF edisi berikutnya, An Se-young praktis akan menyamai koleksi tiga gelar dunia milik Akane.
Perjalanan tanpa kehilangan satu gim pun dari babak 64 besar hingga final akhirnya menjadi penutup sempurna bagi An Se-young dalam upayanya kembali merebut takhta dunia. (Tribunnews.com/banjarmasinpost.co.id)