Panen Hortikultura Petani Selisun Tembus Tarakan, DPRD Nunukan Minta Utamakan Pasar Lokal
Cornel Dimas Satrio August 23, 2026 10:35 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Perkembangan pertanian hortikultura di Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menunjukkan tren yang kian positif.

Komoditas unggulan lokal seperti semangka dan melon kini tidak hanya memenuhi kebutuhan Nunukan, tetapi juga berhasil menembus pasar Kota Tarakan.

Hal tersebut mengemuka saat Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan, Andi Fajrul Syam, menghadiri pertemuan bersama kelompok tani di Kelurahan Selisun, Jumat (21/8/2026).

"Kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok tani ini, terutama semangka dan melon, kita sangat mensupport. Artinya pertanian hortikultura di Nunukan ada perkembangan yang baik," ujar Andi Fajrul Syam.

Baca juga: Bupati Nunukan Dorong Selisun jadi Kampung Hortikultura, Petani Muda Garap Semangka dan Melon

Utamakan Pasokan Lokal

Keberhasilan petani Selisun memasarkan hasil panen hingga ke Tarakan menjadi bukti nyata bahwa produk hortikultura asal Nunukan memiliki daya saing tinggi dan peluang pasar yang luas di luar daerah.

"Kami juga dengar tadi penjelasan petani bahwa penjualan semangka sudah sampai Tarakan," kata Andi.

Meski mengapresiasi jangkauan pasar yang kian meluas, Andi mengingatkan para petani agar tidak mengabaikan kebutuhan konsumsi masyarakat di Kabupaten Nunukan sendiri.

"Tapi kami berharap sebelum dijual keluar daerah, petani terlebih dahulu memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Nunukan," tegasnya.

Pentingnya menjaga ketersediaan pangan di tingkat lokal ini juga berkaitan erat dengan tingginya penyerapan hasil tani oleh berbagai program pemerintah daerah.

"Dengan masuknya beberapa program pemerintah seperti MBG (Makan Bergizi Gratis) dan bantuan pertanian, akhirnya hasil pertanian lokal, khususnya hortikultura, bisa diterima oleh dapur-dapur SPPG," ucapnya.

Baca juga: Respons Terbaru DPRD Nunukan Sikapi Kebutuhan Petani di Selisun, Titip Pesan ke Anak Muda

Siapkan Anggaran Dorong Peran Petani Milenial

Guna menjaga kelancaran produksi dan distribusi, para petani Selisun memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari kebutuhan pupuk, plastik mulsa, alat pengolahan tanah, hingga perbaikan akses jalan pertanian.

Andi menjelaskan bahwa aspirasi ini akan dirumuskan sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan APBD 2027, dengan memperhitungkan tingkat urgensi serta dampak ekonominya bagi masyarakat.

"Nanti kita akan rumuskan bersama bagaimana kebutuhan petani dapat direalisasikan di tahun 2027," jelasnya.

"Mana yang perlu kita prioritaskan sehingga kita perlu membuat daftar atau list mana yang prioritas. Urgensinya seperti apa. Kita buat justifikasinya dulu, apa yang menjadi kebutuhan mendesak sehingga perlu diadakan bantuan secara cepat. Kalau penjelasan memang bisa mengangkat nilai ekonomi petani, maka kita akan bantu," lanjutnya.

Selain komitmen anggaran, DPRD Nunukan turut mengapresiasi regenerasi petani di Selisun. Kehadiran petani muda dinilai menjadi kunci utama keberlanjutan sektor pertanian daerah.

"Ke depan kita harapkan petani lebih semangat agar hasil pertanian kita lebih berkembang pesat lagi. Terlebih khusus untuk petani milenial agar berupaya agar perluasan lahan lebih banyak dimanfaatkan," imbau Andi.

Ia juga mengingatkan agar seluruh bantuan bibit maupun alat kerja yang telah disalurkan pemerintah dimanfaatkan secara maksimal dan penuh tanggung jawab.

"Harapan dewan terhadap kelompok tani yang sudah diberikan bantuan alat kerja dan bantuan bibit agar dimanfaatkan dengan baik. Jangan setelah diberikan bantuan semua jadi hilang," pungkasnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.