Dukung Petani Tembakau di Jateng, Kementan Perkuat Kemitraan
Vito August 23, 2026 11:12 PM

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat program kemitraan tembakau di Jateng yang kini telah menjangkau lebih dari 10.000 petani di Kabupaten Rembang, Grobogan, dan Wonogiri. 

Program itu menjadi satu upaya Kementan meningkatkan produktivitas dan kualitas tembakau, sekaligus memberi kepastian bagi petani dalam menjalankan usaha tani hingga penyerapan hasil panen. 

Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Kementan, Abdul Roni Angkat mengatakan, kemitraan dilakukan melalui pendampingan berkelanjutan sejak tahap pembibitan hingga panen. 

Pendampingan itu juga digunakan untuk memetakan kendala petani di lapangan, dan memastikan hasil panen memenuhi standar industri.

“Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan dari pembibitan hingga panen,” katanya, dalam keterangannya, Sabtu (22/8).

Kemitraan itu dijalankan melalui Sistem Produksi Terpadu yang telah dikembangkan sejak 2009. Skema itu mencakup penerapan Good Agricultural Practices (GAP), pendampingan teknis, transfer pengetahuan budidaya, serta dukungan untuk menekan biaya usaha tani.

Roni menuturkan, pola kemitraan juga membantu petani menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan cuaca, keterbatasan informasi dan sarana produksi, hingga ketidakpastian tata niaga. 

Di sisi lain, kegiatan budidaya tembakau ikut menggerakkan ekonomi pedesaan melalui penyerapan tenaga kerja, serta mendorong usaha sarana pertanian dan UMKM di wilayah sentra produksi.

"Bagi petani, program itu juga membuka peluang memanfaatkan lahan pada musim kemarau," ujarnya. 

Dia menambahkan, Kementan juga membuka peluang pengembangan kapasitas petani melalui program pertukaran petani muda ke luar negeri. 

Roni menyatakan, program itu diharapkan memberi kesempatan bagi petani Indonesia mempelajari praktik budidaya dari negara lain, sekaligus membagikan pengalaman mereka di tingkat global. 

Selain itu, ia berujar, Kementan mendorong modernisasi budidaya melalui mekanisasi, termasuk penyaluran alat mekanisasi panen untuk meningkatkan efisiensi kerja petani. 

"Penguatan kemitraan tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi, tetapi juga memastikan kebijakan di sektor hulu dan hilir berjalan selaras agar manfaat ekonomi dari komoditas tembakau kembali dirasakan petani," ucapnya. (Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.