Diduga Tabrak Lari Lalu Hantam Pekerja Event di Alun-Alun Surabaya, Pengemudi SUV Dibawa ke Polisi
Sudarma Adi August 23, 2026 11:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mobil SUV menabrak seorang pekerja event yang sedang mengangkut muatan barang ke dalam truk boks di depan Alun-alun Surabaya, Jalan Gubernur Suryo, Genteng, Surabaya, sekira pukul 03.39 WIB, pada Minggu (23/8/2026). 

Akibat kecelakaan tersebut, seorang pekerja event berinisial RPK (25) warga Wonosari, Kenjeran, Surabaya, dikabarkan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Jenazah korban dievakuasi ke kamar mayat RSUD dr Soetomo Surabaya. 

Sedangkan pengemudi mobil SUV warna putih Mitsubishi Outlander bernopol L-1049-OO seorang wanita berinisial ENR (32) warga Ngagel Jaya Selatan, Barata Jaya, Gubeng, Surabaya, selamat.

Namun, pengemudi wanita mobil itu, segera diamankan ke Mapolsek Genteng karena sempat terlibat adu mulut dengan warga di sekitar lokasi. 

Berdasarkan video yang diunggah oleh akun Instagram (IG) @sorot.surabaya, tampak bagaimana kondisi mobil sedan warna putih yang dikemudiian ENR ringsek pada bagian moncongnya. 

Lalu, terdapat momen ENR yang berambut panjang sebahu warna pirang dan berbusana warna merah marun terlibat adu mulut dengan beberapa orang warga yang mendekat. 

Baca juga: Bantu Korban Gempa NTT, PT PELNI Gratiskan Ongkir Bantuan Logistik dari Surabaya

Bahkan, ada penggalan video amatir dari angle lain yang merekam momen ENR berdiri di atas pijakan kabin pintu kanan mobilnya lalu terlibat adu mulut dengan belasan orang warga yang berkerumun di dekat lokasi. 

"Korban yang ditabrak meninggal dunia," tulis akun IG @sorot.Surabaya, seperti yang dilihat TribunJatim.com, pada Minggu (23/8/2026). 

Kronologi Tabrak Lari hingga Hilang Kendali

Menurut kakak kandung korban, Rachmat Candra (33), insiden kecelakaan yang menimpa adiknya bermula saat mobil warna putih diduga sempat terlibat insiden tabrakan dengan sebuah mobil taksi listrik online bernopol L-1611-UG di sekitar Taman Apsari. 

Bukannya berhenti setelah terlibat tabrakan, mobil putih itu diduga malah berusaha kabur menjauh dari lokasi kejadian. Tapi, upaya tersebut membuat para pengendara lain geram dan berusaha melakukan pengejaran. 

Ternyata, mobil putih itu menyusuri kawasan Jalan Gubernur Suryo. Selama melintasi ruas jalan besar tersebut, mobil putih itu diduga bermanuver ke lajur sisi kiri jalan. Tapi di tengah manuver tersebut, mobil itu diduga mendadak kehilangan kendali. 

Tak pelak, berakhir menabrak bodi belakang truk boks yang berhenti di bahu jalan untuk melakukan proses pengangkutan muatan setelah pelaksanaan acara. 

Nahas, lanjut Candra, tubuh sang adik yang sedang berdiri di belakang truk boks tersebut, malah ditabrak mobil putih hingga mengalami luka parah di dada serta kepala, dan meninggal dunia di lokasi kejadian. 

"Mobil awalnya tabrakan dengan Green Taxi di Taman Apsari. Dikejar warga sampai di lokasi akhirnya nabrak adik saya yang sedang memasukkan alat-alat event ke pickup. Pelaku malah marah-marah dan bilang kalau gak lihat. Padahal ada truk, pickup, truk yang berjajar," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, pada Minggu (23/8/2026). 

Candra mengatakan, adiknya meninggal dunia di lokasi kejadian. Lalu dievakuasi ke RSUD dr Soetomo Surabaya untuk divisum sebelum dibawa ke rumah duka di kawasan Perumahan Wonosari, Bulak Banteng, Kenjeran, Surabaya. 

Lalu, jenazah sang adik dikebumikan di tempat makan umum di dekat permukiman rumah pada Minggu pagi.

Ternyata, sang adik mengalami luka parah di bagian sisi dalam organ tubuhnya sehingga menyebabkan nyawanya tak terselamatkan. 

"Luka dalam. Dibawa ke RSUD dr Soetomo Surabaya. Dimakamkan di pemakaman dekat rumah," katanya. 

Sedangkan pengemudi mobil putih ENR dibawa oleh Anggota Polisi untuk dimintai keterangan di Mapolsek Genteng Polrestabes Surabaya. Sebelum kemudian menjalani pemeriksaan di Kantor Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya. 

"Kejadian tanggal 23 dini hari, setelah event di Alun-Alun Surabaya. Pelaku di kantor Polisi. Belum ada keluarga dari pihak pelaku yang ke rumah," terangnya. 

Mewakili pihak keluarga besarnya, Candra berharap Polisi mengusut secara tuntas kasus kecelakaan yang merenggut nyawa adiknya. Ia berharap Polisi segera menetapkan si wanita pengemudi sebagai tersangka dan menahannya. 

"Saya cuma mau kasus ini di usut tuntas. Bukan cuma menghilang tanpa jejak. Pelaku harus di hukum setimpal. Nyawa adek saya yang sedang kerja cari nafkah harus pergi. Adek saya pamit untuk bekerja tapi pulang dalam keadaan tak bernyawa," ungkapnya. 

Mengenai sosok sang adik. Candra mengungkapkan, RPK dikenal sebagai pribadi yang baik, bersahabat dan penyayang keluarga. Ia tak menyangka sang adik bakal mendahuluinya begitu cepat menjadi korban kecelakaan lalu lintas. 

"Adik belum ada setahun bekerja di Wings. Ssmua orang jika ditanya pasti jawab adik saya adalah orang baik. Semua orang tau kami pasti bilang kami orang baik," katanya. 

Terakhir kali ia berkomunikasi dengan sang adik, adalah beberapa hari lalu. Candra yang sedang bekerja di luar negeri memberi kabar kepada sang adik melalui pesan WhatsApp (WA) bahwa dirinya sudah sampai Negara Prancis. 

Lalu, sang adik melontarkan pesan candaan yang membuatnya tertawa dan bakal menjadi candaan terakhir sang adik kepadanya. Yakni, sang adik mengira bahwa dirinya bakal bertemu dengan Masour Ousmane Dembélé. 

Dembélé adalah seorang striker sepak bola profesional asal Negara Prancis yang bermain di posisi sayap untuk Tim Nasional Prancis dan klub Ligue 1, Paris Saint-Germain (PSG). 

"Terakhir WA saya itu saat saya sampai di Prancis 'cod karo dembele tah mas?'. Dan itu candaan terakhir dia," pungkasnya. 

Pengemudi Sempat Cekcok dan Dibawa ke Polisi

Di lain sisi, Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya Linda Novanti menerangkan, pihaknya dari Posko Pusat menerima informasi adanya kecelakaan lalu tiba di lokasi pukul 03.42 WIB. langsung pengecekan awal di TKP.

Setibanya di lokasi korban sudah dibawa ke RSUD dr Soetomo Surabaya menggunakan kendaraan rekan korban. Lalu, pengemudi kedua; ERN dibawa ke Mapolsek Genteng karena situasi tidak kondusif. 

Kemudian, kendaraan yang terlibat kecelakaan diamankan Mako Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya. Dan, permasalahan diselesaikan di Kepolisian. 

"K2 (ENR) kami amankan ke Polsek Genteng menggunakan patroli polrestabes Surabaya karena di lokasi tidak kondusif," ujar Linda saat dihubungi TribunJatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.