Malinau Petakan Risiko Lonjakan Harga Bahan Pokok Buntut Air Sungai Menyusut
Cornel Dimas Satrio August 23, 2026 11:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Puncak musim kemarau di daratan Kalimantan tidak hanya membayangi Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara) dengan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kemarau ini turut memicu dampak berantai pada sektor ekonomi dan pasokan logistik warga, akibat menyusutnya air sungai.

Di wilayah hulu dan pedalaman Malinau, penurunan debit air sungai kini menjadi perhatian serius.

Menyusutnya jalur transportasi perairan tersebut membatasi mobilitas masyarakat serta menghambat pengiriman bahan pokok, yang berisiko memicu lonjakan harga barang di pasar lokal.

Bupati Malinau, Wempi W Mawa, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca ekstrem di Bumi Intimung berpotensi memicu rantai krisis yang saling berkaitan.

"Kita coba menyiapkan dan menyatukan data di OPD-OPD terkait sehingga bisa mengantisipasi segala kemungkinan. Setidaknya, jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat, kita sudah bisa melakukan simulasi langkah-langkah penanganan dengan cepat," ujar Wempi usai Rapat Intimung baru-baru ini.

Baca juga: Termasuk Kaltara, Bareskrim Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla, Kejar Aliran Dana

Petakan Wilayah Rawan

Menanggapi ancaman krisis air bersih, kerusakan komoditas pertanian, hingga potensi lonjakan harga logistik, Bupati meminta seluruh dinas teknis bergerak cepat tanpa ego sektoral melalui penyatuan data lintas instansi.

Langkah terintegrasi ini penting agar pemetaan risiko bencana dan intervensi di lapangan berjalan presisi, terutama di wilayah pedalaman yang sangat bergantung pada jalur sungai.

"Pemetaan risiko bencana secara matang dengan dukungan teknis serta kesiapan SDM juga penting sebagai antisipasi," tegas Bupati Malinau.

Selain fokus pada keterjangkauan harga logistik, Pemkab Malinau tetap mewaspadai kondisi tanah serta vegetasi kering yang rawan terpicu titik panas (hotspot).

Karhutla yang tidak terkendali dinilai dapat memperparah penyusutan sumber air dan memicu bencana kabut asap.

Sebagai bentuk penanganan di tingkat tapak, Pemkab Malinau menyiagakan personel, fasilitas kesehatan, serta pengerahan sarana penanggulangan bencana guna memberikan perlindungan ekonomi dan keselamatan bagi seluruh warga Malinau.

(*)

Penulis: Mohamad Supri

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.