Gempa Flores Tak Hentikan Pengabdian Nakes Sikka, Pelayanan Berlanjut Lewat Handphone
Hilarius Ninu August 24, 2026 12:47 AM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto

TRIBUNFLORES.COM,MAUMERE- Meski di tengah keterbatasan, Tenaga Kesehatan (Nakes) di Puskesmas Watubaing, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap mengabdi dan melayani warga terdampak gempa Flores yang mengungsi di kebun-kebun warga. 

Di posko kesehatan yang terletak di kebun warga Desa Nangahale, para na nakes ini tetap memberikan pelayanan kesehatan guna memberikan pemeriksaan bagi pengungsi yang datang untuk mendapatkan pengobatan tanpa penerangan. 

Di posko itu, para tenaga kesehatan  menggunakan cahaya dari handphone untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga terdampak gempa Flores.

Selain pelayanan di posko kesehatan,  para tenaga kesehatan mengunjungi warga terdampak dari tenda ke tenda untuk memberikan pelayanan kesehatan.

 

Baca juga: Libertus Moy dan Detik-Detik Gempa Flores NTT : Saya Tidur dan Bangun Terlambat

 

Damsik, Petugas Kesehatan Masyarakat Puskesmas Watubaing, mengatakan ditangah keterbatasan itu, namun para nakes tetap satia melayani pengungsi gempa Flores yang tengah mengungsi sejak Sabtu 15 Agustus 2026 lalu. 

Selain pelayanan menggunakan cahaya handphone, Posko kesehatan itu pun masih kekurangan obat-obatan karena rata-rata pengungsi mengeluhkan batuk pilek, diare dan alergi. 

"Penerangannya belum ada sehingga kami melakukan pelayanan pake senter hp, kami melakukan kunjungan juga dengan senter dalam perjalanan ke posko-posko tenda-tenda,  posko disini rata-rata batuk pilek, diare dengan alergi, tapi kami tetap melayani kesehatan tapi obat-obatnya kurang, " Ujarnya Minggu 23 Agustus 2026 malam. 

Sementara itu, Basrul, Perawat P3K Paruh Waktu Puskesmas Watubaing, tanpak setia melayani pelayanan kesehatan ditengah keterbatasan. 

Ditengah keterbatasan itu, Perawat P3K Paruh Waktu tanpak setia melayani warga terdampak gempa flores yang membutuhkan pelayanan seperti tensi darah, kebutuhan obat-obatan dan konsultasi kesehatan. 

Meski kelelahan dalam pelayanan kesehatan, namun mereka tetap setia dan menjadi garda terdepan dalam pelayanan untuk warga terdampak. 

Sementara itu, Jumaldi, Warga Desa Nangahale berharap, ada perhatian dari pemerintah untuk para tenaga kesehatan yang setia melayani warga terdampak gempa Flores.

 Ia prihatin para nakes melakukan pelayanan ditengah keterbatasan dan berharap adanya perhatian untuk para tenaga kesehatan. 

"Kondisi yang kita liat sekarang ini,memang sangat kaaihan sekali, yang pertama tidak ada penerangan, sistem mereka pelayanan di sini, mau tak mau harus jalankan saja, dengan cahaya hp begini, inilah bentuk pelayanan, dan kami mengucapkan terimakasih kapada petugas kesehatan dari Puskesmas Watubaing, sudah berupaya sedemikian rupa bersama kami, sampai melakukan shift pagi siang dan malam, hanya kami harapkan kepada pemerintah daerah ini, coba dilirik dengan mereka-mereka ini, " Jelasnya. 

Di lokasi pengungsian itu, terdapat 1.800 pengungsi yang merupakan warga Desa Nangahale yang sebelumnya merupakan korban gempa Flores tahun 1992 lalu. 

Warga belum berani pulang ke rumah karena masih trauma dengan Gempa 1992 waktu itu. (awk) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.