TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mengerahkan kadernya untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut dikirim ke Maumere, Flores, NTT, menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Baca juga: Demokrat Galang Dana untuk Korban Bencana NTT hingga Kalimantan di Perayaan HUT RI dan Partai
Selain mengirim bantuan obat-obatan sebanyak 2,5 ton, Hanura juga menggandeng Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (Gebu Minang) untuk menyalurkan 3,6 ton daging rendang siap saji bagi para korban bencana.
Ketua Dewan Penasihat Hanura, Irjen Pol (P) Marwan Paris, mengatakan keterlibatan partainya merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat NTT yang tengah menghadapi masa tanggap darurat.
Baca juga: Gubernur NTT: Flores Butuh 2-3 Minggu untuk Stabil Pascagempa
"Sesuai amanah Ketua Umum, Bapak Oesman Sapta, kami akan menyalurkan bantuan obat-obatan kepada seluruh korban yang membutuhkan. Ini sesuai dengan tagline Partai Hanura, 'Daerah Berdaya, Indonesia sejahtera'. Mudah-mudahan bantuan yang kami berikan bisa mengurangi beban para korban," kata Marwan dalam keterangannya.
Menurut Marwan, Hanura juga memastikan kader-kadernya di NTT ikut terlibat dalam membantu masyarakat, termasuk dalam proses pemulihan pascabencana.
Pengiriman bantuan tersebut turut dikawal sejumlah elite DPP Hanura, di antaranya Sekjen DPP Hanura Benny Rhamdani, Wasekjen DPP Hanura Servas Manek, serta Ketua Task Force Hanura Patrice Rio Capella.
Tokoh Hanura lainnya seperti Gories Mere juga turut hadir dalam kegiatan pengiriman bantuan tersebut.
Sekjen Hanura Benny Rhamdani menegaskan seluruh kader partai diminta ikut membantu masyarakat yang terdampak gempa.
"Duka masyarakat NTT, adalah duka Hanura, duka Indonesia. Seluruh kader harus turun membantu, ini perintah ketua umum. Solidaritas datang dari mana-mana, bapak ibu semua tidak sendiri," kata Benny saat berada di Kantor DPC Hanura Kabupaten Sikka.
Tak hanya bantuan dari internal partai, Hanura juga berkolaborasi dengan Gebu Minang yang mengirimkan 3,6 ton rendang sebagai bantuan pangan bagi masyarakat terdampak.
Secara simbolis, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Fauzi Bahar, bersama Marwan Paris menyerahkan bantuan tersebut kepada tokoh nasional asal NTT, Melchias Marcus Mekeng.
Fauzi mengatakan bantuan rendang tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat Minangkabau terhadap korban gempa NTT.
Baca juga: Kemenag Gelar Selawat Kebangsaan untuk Doakan Korban Gempa NTT Hingga Karhutla Kalimantan
"Ini bentuk kepedulian masyarakat Minangkabau, khususnya Pak Oesman Sapta, selaku Ketua Gebu Minang, kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa di NTT," kata Fauzi.
Dia menjelaskan, 3,6 ton rendang yang diberangkatkan merupakan bantuan tahap pertama. Total bantuan rendang yang telah dikumpulkan Gebu Minang dan masyarakat Minangkabau mencapai 5,2 ton.
Sementara 1,6 ton rendang lainnya rencananya akan dibawa langsung oleh Gubernur Sumatera Barat.
Fauzi mengatakan solidaritas tersebut tidak terlepas dari pengalaman masyarakat Minangkabau ketika menghadapi bencana.
"Bagaimana nikmatnya dan bahagianya diberi bantuan saat memerlukan, kami tahu persis. Jangankan satu ton daging, 10 kardus mie instan saja kami kejar," ucap mantan Wali Kota Padang dua periode tersebut.
Sesampainya di Bandara Frans Seda, Maumere, bantuan kemudian diserahterimakan kepada Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, serta Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago.
Penyerahan tersebut turut disaksikan pengurus DPD Hanura NTT dan tokoh Gebu Minang.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi bantuan yang diberikan untuk masyarakat terdampak gempa.
"Terima kasih kepada Gebu Minang, Ketua Umum Hanura Bang OSO, terima kasih banyak dari masyarakat NTT. Bantuan ini akan disalurkan ke Posko Besar di Kota Maumere," ujar Melki.
Melki mengatakan pemerintah daerah bersama pemerintah pusat saat ini masih berfokus pada penanganan tanggap darurat, terutama memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
Menurutnya, kebutuhan tersebut mencakup makanan, minuman, layanan kesehatan hingga tempat istirahat bagi warga terdampak.
"Rakyat juga boleh ambil barang pokok di kios dan toko, nanti Pemprov NTT yang bayar. Kami akan pastikan, seluruh kebutuhan dasar rakyat terpenuhi," katanya.
Ia juga mengatakan pemerintah terus berupaya menjangkau masyarakat hingga wilayah desa dan pegunungan dengan menggunakan kendaraan TNI-Polri.
"Mudah-mudahan tidak ada lagi masyarakat yang belum dapat bantuan dasar. Kami bekerja keras, memakai kendaraan TNI-Polri ke desa dan gunung. Kami memang kekurangan relawan," tambahnya.
Setelah penyerahan di Maumere, pimpinan DPP dan DPD Hanura NTT bersama Laskar Muda Hanura (Lasmura) melanjutkan penyaluran bantuan ke DPC Hanura Kabupaten Sikka dan sejumlah posko kecil di wilayah Maumere.
Ketua Task Force Hanura Patrice Rio Capella mengatakan partainya siap membantu kebutuhan relawan dalam penanganan tanggap darurat.
"Kami akan berkoordinasi dengan Gubernur. Berapa orang yang dibutuhkan dan penyebaran penempatannya," kata Rio.
Gempa Flores 2026 adalah salah satu bencana paling besar yang mengguncang Nusa Tenggara Timur dalam beberapa dekade terakhir.
Pada 15 Agustus 2026, gempa berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi di Laut Flores, dengan kedalaman dangkal sekitar 15 km.
Kronologi
Waktu: 15 Agustus 2026, pukul 05.58 WITA.
Episenter: Laut Flores, sekitar 30–36 km timur laut Nagekeo.
Mekanisme: Sesar naik Flores Back-Arc Thrust.
Tsunami: BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini. Gelombang kecil (0,2–1,6 m) terdeteksi di beberapa titik pesisir, termasuk Pota (Manggarai Timur). Status dicabut pukul 07.30 WIB.
Korban & Dampak
Korban jiwa: 68 orang meninggal (data per 17 Agustus).
Korban luka: 213 orang.
Kerusakan: Ribuan rumah rusak, termasuk sekolah, rumah sakit, dan pelabuhan.
Wilayah terdampak: Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Sikka, Ende, Ngada.
Pengungsian: Ribuan warga mengungsi ke dataran tinggi.