Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Aris Ninu
TRIBUNFLORES.COM,MAUMERE-Tenda yang dibangun di halaman parkir RSUD Dr.TC.Hillers Maumere guna menangani pasien korban gempa Flores yang mengalami luka berat dan ringan sore itu, Minggu, 23 Agustus 2026 tampak hening.
Uskup Maumere, Mgr.Martinus Ewaldus Sedu bersama Sekertaris Keuskupan Maumere, Romo Donnie Migo menyapa semua pasien di dalam tenda itu melalui doa dan pemberkatan penguatan.
Uskup Maumere mengenakan jubah putih memegang tangan dan dahi pasien mengucapkan doa dan tanda salib di kepala secara tradisi agama katolik.
Para pasien dan keluarga tampak terharu dan menangis saat sang gembala datang meringankan penderitaan yang dialami keluarga pascagempa Flores.
Baca juga: Libertus Moy dan Detik-Detik Gempa Flores NTT : Saya Tidur dan Bangun Terlambat
Selain tenda demi tenda yang ada pasien korban gempa dan pasien yang sakit, Uskup Maumere juga menyapa pasien di ruangan ICU.
Para pasien di ruangan ICU adalah korban luka berat yang menjalani perawatan.
Ada juga pasien yang sudah dioperasi karena mengalami patah tulang pun disapa Uspkup Maumere.
Ada ucapan terima kasih usai doa dan berkat Uskup Maumere keluarga dari bibir keluarga pasien.
Suasana haru juga seorang ibu muslim yang sedang sakit pun disapa Uskup Maumere dengan doa.
Kedatangan Uskup Maumere sore itu bersama Pengurus Kadin Sikka, PSMTI dan Caritas Keuskupan Maumere.
Bukan hanya menyapa para pasien saja, Uskup Maumere juga bersama Kadin, PSMTI dan Caritas membagikan tali kasih kepada keluarga pasien dan nakes di RSUD Maumere.
Sehabis memberikan doa dan berkat, Uskup Maumere bersama pengurus Kadin, PSMTI Sikka dan Caritas berjalan kaki dari RSUD Maumere ke Istana Keuskupan Maumere.
Keluarga pasien yang mendapat kunjungan dari Uskup Maumere, Rudolfus dari Desa Nitung Lea kepada TRIBUNFLORES mengaku haru senang dikunjungi bapak uskup.(ris)