SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menggembleng para kader di Jawa Timur dalam konsolidasi internal yang dipusatkan di Surabaya, Minggu (23/8/2026).
Penggemblengan yang berlangsung selama dua jam lebih itu menghasilkan lima arahan penting untuk seluruh jajaran partai.
Agenda internal itu dihadiri pengurus DPD, DPC, kepala daerah, hingga anggota DPRD serta DPR RI asal Jawa Timur.
Baca juga: PDI Perjuangan Jatim Incar Kursi Gubernur pada Pilgub 2029, Hasto Sebut Stok Kader Termasuk Risma
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menjelaskan bahwa Megawati mengingatkan rekam jejak sejarah Bung Karno di Jawa Timur.
Proklamator bangsa itu lahir di Surabaya, mengecap pendidikan di Mojokerto, hingga dimakamkan di Kota Blitar.
Mengingat Surabaya merupakan 'dapurnya nasionalisme', kalangan muda di Jawa Timur diminta menaruh perhatian khusus pada sejarah itu.
Pesan kedua Megawati menekankan agar anak muda meneladani perjuangan serta pemikiran para pendiri bangsa.
Bung Karno dicontohkan telah berjuang sejak usia 15 tahun dari kalangan rakyat biasa yang miskin namun bersemangat tinggi.
"Bung Karno di tempat ini berjuang sejak usia 15 tahun, sejak usia muda. Ibu Mega mengingatkan bahwa Bung Karno menggembleng diri menjadi pemimpin itu dari kalangan rakyat biasa, bahkan sebagai seorang pemuda yang miskin, tetapi memiliki semangat yang menyala-nyala," jelasnya.
Pesan ketiga mengajak generasi muda mengasah intelektual kepemimpinan untuk merumuskan arah masa depan bangsa.
Baca juga: Said Abdullah Tegaskan di Jatim, NU dan PDI Perjuangan Tak Bisa Dipisahkan
Pesan keempat menyoroti tantangan ekonomi serta sulitnya lapangan kerja agar kader terus turun memperkuat akar rumput.
Menurut Hasto, pesan keempat secara khusus menyoroti kondisi yang saat ini terjadi.
Bahwa di tengah berbagai persoalan moneter, fiskal, sektor riil, serta sulitnya mencari lapangan pekerjaan, seluruh jajaran partai diminta terus turun ke bawah memperkuat akar rumput dan komunikasi politik.
"Partai harus terus menjalankan fungsi-fungsinya seperti rekrutmen, pendidikan politik, kaderisasi, serta memastikan kebijakan publik yang dihasilkan betul-betul sesuai harapan rakyat," ungkap Hasto.
Pesan kelima menegaskan pentingnya meningkatkan solidaritas sosial serta semangat gotong royong saat bencana alam terjadi.