Para pendukung Newcastle United dan Liverpool bersatu untuk memberikan penghormatan kepada mendiang Kevin Keegan menjelang pertemuan emosional dua klub yang pernah ia bela pada pekan pembuka musim Liga Primer.
Keegan, yang meninggal dunia pada Juli dalam usia 75 tahun setelah didiagnosis menderita kanker stadium empat, merupakan sosok legendaris di kedua klub. Dalam salah satu penampilan publik terakhirnya, ia mengatakan ingin menghadiri pertandingan di St James’ Park milik Newcastle untuk mengucapkan “selamat tinggal”.
Sebelum kick-off, keempat sisi St James’ Park menampilkan mozaik besar sebagai penghormatan untuk pemenang Ballon d’Or dua kali itu. Para suporter Newcastle menampilkan nomor punggung Keegan dalam warna hitam-putih, sementara tulisan ‘Keegan’ terlihat dalam warna merah-putih di sektor pendukung Liverpool.
Para penggemar Newcastle juga membentangkan sebuah spanduk yang memuat salah satu kutipan kuat Keegan, yang berbunyi: “Saya ingin orang-orang bermimpi tentang klub sepak bola mereka. Mereka seharusnya begitu. Kita semua seharusnya menjadi pemimpi di dalam hati. Sebagian orang justru sebaliknya dan berkata ‘kita tidak bisa melakukan itu’, tetapi ketika Anda bertanya mengapa, mereka tidak bisa memberi alasan. Nah, saya bilang, ‘Kenapa tidak?’”
Para pemain dari kedua tim melakukan pemanasan dengan mengenakan kaus khusus bertuliskan ‘Keegan 7’, sementara kumpulan penghormatan yang ditinggalkan suporter di St James’ Park dibawa ke lingkaran tengah lapangan sebelum kick-off.
Tepuk tangan selama satu menit juga dilakukan setelah pemutaran video penghormatan, dan sejumlah mantan pemain Keegan di Newcastle, termasuk Alan Shearer, Les Ferdinand, dan David Ginola, hadir bersama anggota keluarga Keegan.
Air mata terlihat mengalir dari para suporter selama penghormatan prapertandingan ketika nyanyian “Hanya ada satu Kevin Keegan” menggema di seluruh stadion.
Sir Kenny Dalglish dan Ian Rush memimpin penghormatan dari pihak Liverpool dan juga hadir di St James’ Park untuk meletakkan karangan bunga merah di luar stadion. Penghormatan juga dilakukan di Manchester City, tim lain yang pernah diperkuat Keegan, sebelum mereka menghadapi Bournemouth pada Minggu.
Partai pembuka Liga Primer itu sepenuhnya dipersembahkan untuk legenda klub Liverpool dan Newcastle tersebut.
Sebagai sosok yang sangat dicintai dalam sejarah sepak bola Inggris dan salah satu superstar sejati pertama negara itu, Keegan dihormati karena pencapaiannya sebagai pemain bersama Liverpool dan kemudian karena kepemimpinan serta karismanya sebagai manajer Newcastle.
Bersama Liverpool, Keegan menjadi bagian penting dari tim besar pertama racikan Bill Shankly, dengan memenangi tiga gelar Divisi Pertama, Piala FA, Piala Eropa, dan dua Piala UEFA. Ia meninggalkan Liverpool pada 1977 dan bergabung dengan Hamburg, tempat ia memenangi Ballon d’Or secara beruntun.
Sebagai manajer, pencapaian terbesar Keegan datang di Newcastle ketika ia menanamkan rasa percaya diri kepada klub dan kota itu setelah mengambil alih tim yang sedang berjuang menghindari degradasi dari kasta kedua sepak bola Inggris.
Keegan bukan hanya membawa Newcastle kembali ke Liga Primer, tetapi juga memimpin klub itu dalam perburuan gelar yang dikenang melawan Manchester United pada musim 1995-96 dengan tim yang kemudian dikenal sebagai “Entertainers”, yang membuatnya dijuluki ‘King Kev’.
Newcastle memimpin penghormatan setelah Keegan wafat pada Juli dan mengatakan: “Kami sangat terpukul mengetahui kabar wafatnya Kevin Keegan, salah satu sosok paling ikonik, berpengaruh, dan sangat dicintai dalam sejarah klub kami. Kevin lebih dari sekadar pesepak bola dan manajer legendaris. Ia adalah jantung yang berdetak bagi Newcastle United untuk generasi demi generasi suporter.”
Liverpool menambahkan: “Kami sangat berduka atas wafatnya Kevin Keegan yang legendaris dan kami meratapi kehilangannya. Semangatnya yang tak tergoyahkan dan kontribusinya yang luar biasa akan selamanya terukir dalam sejarah kami dan warisannya akan terus hidup.”