Baru Saja Gempa Gunungkidul Provinsi DIY, Senin 24 Agustus 2026, Cek Info BMKG Terbaru
Amiruddin August 24, 2026 07:14 AM

 

TRIBUNKALTARA.COM - Baru saja BMKG menginformasikan terjadinya gempa bumi di barat daya Gunungkidul, DIY, pada Senin  (24/8/2026).

Informasi BMKG terbaru, menyebut gempa Ruteng hari ini terjadi di kedalaman 10 Km, dan terasa hingga Sikka

Sebagai informasi, BMKG adalah singkatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, yaitu lembaga pemerintah nonkementerian di Indonesia yang bertugas melaksanakan urusan pemerintahan di bidang Meteorologi, Klimatologi, Geofisika, hingga kualitas udara.
Daerah Gunungkidul yang dihantam gempa hari ini merupakan sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi DIY.

Wilayah Gunungkidul berada di bagian tenggara Yogyakarta, dan terkenal dengan keindahan alamnya, terutama pantai-pantai eksotis dan gua-gua karst.

Jarak dari Gunungkidul ke Kota Yogyakarta ( ibu kota Provinsi DIY ) bervariasi tergantung titik awal dan rute yang diambil, tapi secara umum jarak darat sekitar 39–49 km.

Gempa Gunungkidul terbaru memiliki magnitudo 2.8.

Magnitudo gempa adalah ukuran kekuatan atau energi yang dilepaskan oleh gempa bumi dari pusatnya (hiposentrum), yang diukur menggunakan skala magnitudo, seperti Skala Richter (ML) atau Moment Magnitude (Mw).

Waktu terjadinya gempa sekira pukul 05:13:55 WIB pagi ini.

Info BMKG, menyebut titik koordinat gempa berada di 9.11 LS, 110.25 BT.

Pusat gempa terkini berada 130 km di barat daya Gunungkidul.

Gempa hari ini terjadi di kedalaman 10 Km.

Informasi gempa yang getarkan Gunungkidul disampaikan di laman X resmi BMKG di @infoBMKG.

"#Gempa Mag:2.8, 24-Aug-2026 05:13:55WIB, Lok:9.11LS, 110.25BT (130 km BaratDaya GUNUNGKIDUL-DIY), Kedlmn:10 Km #BMKG 

Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG di laman X resminya @infoBMKG yang dikutip TribunKaltara.com.

Baca juga: Gempa Gunungkidul Provinsi DIY Pagi Ini Kedalaman 24 Km, Lihat Info BMKG 16 Agustus 2026


Berdasarkan skala MMI yang dikutip dari laman BMKG, berikut info MMI yang dapat dipelajari.

I MMI

Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

II MMI

Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

III MMI

Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.

Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

IV MMI

Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

V MMI

Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI

Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.

Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI

Semua orang di rumah keluar.

Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.

Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.

Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

 

Baca juga: Gempa Bumi Terkini Gunungkidul DIY Kedalaman 27 Km, Cek Info Lengkap BMKG

VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.

Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.

Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri.

Jembatan rusak, terjadi lembah.

Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

XII MMI

Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.

Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.


(*)

(TribunKaltara.com/Amiruddin)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.