Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Dukungan sosial dan kemanusiaan terhadap korban bencana Gemba di Nusa Tenggara Timur (NTT) kian berdatangan.
Tidak terkecuali dari Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Tepat Minggu (23/8/2026), Keluarga Flobamora NTT di Masohi 'Sorong Diri' dalam aksi solidaritas penggalangan dana untuk korban bencana.
Di hari perdana aksi penggalangan dana tersebut berlokasi di kawasan Jalan Raya Tugu Bundaran Kota Masohi. Orang tua hingga pemuda-pemudi terlibat, mereka membawa spanduk penggalangan dana.
Penggalangan dana akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Kegiatan dimulai pada Minggu (23/8) dan akan dilanjutkan pada Senin serta beberapa hari berikutnya dengan melibatkan keluarga besar Flobamora NTT di Masohi.
Demikian disampaikan salah satu orator dalam aksi tersebut, Nazarudin Lamawitak.
Mewakili pada penggalang dana, ia mengapresiasi dan berterimakasih kepada seluruh masyarakat Kota Masohi dan sekitarnya yang telah memberikan dukungan serta turut membantu dalam aksi kemanusiaan tersebut.
“Galang dana ini tidak hanya menerima bantuan berupa uang, tetapi ada juga bantuan dalam bentuk barang yang kami terima, seperti obat-obatan, air minum kemasan, tikar, dan pakaian layak pakai,” ujar Nazarudin.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Ambon 24 Agustus 2026: Berawan di Semua Kecamatan, Suhu Berkisar 27–31°C
Baca juga: Hilang di Perairan Hutumuri, Basarnas Ambon Resmi Hentikan Pencarian Arien Maspaitella
Menurutnya, bantuan tersebut nantinya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana. Ia juga mengajak berbagai elemen masyarakat untuk ikut terlibat secara langsung dalam aksi penggalangan dana bersama keluarga besar Flobamora NTT di Masohi.
“Kami membuka ruang secara umum bagi siapa saja yang ingin berpartisipasi langsung dan bergabung di lapangan untuk melakukan penggalangan dana bersama keluarga besar Flobamora NTT di Masohi. Mungkin ada mahasiswa, OKP maupun organisasi kepemudaan lainnya yang merasa terpanggil untuk memberikan suara dukanya kepada warga NTT,” katanya.
Nazarudin mengatakan, musibah yang terjadi di NTT merupakan duka bersama.
Ia berharap kondisi masyarakat terdampak dapat segera pulih dan bantuan dari berbagai pihak terus mengalir.
“NTT bagian daripada duka kami. Saya bersyukur gempa yang terjadi dengan magnitudo 7,7 tidak berpotensi tsunami. Yang kami takutkan adalah gempa susulan yang lebih kuat. Alhamdulillah, Tuhan masih sisakan sedikit tempat untuk saudara-saudara kita di NTT bertahan hidup,” ungkapnya.
Ia pun mengajak masyarakat Kota Masohi maupun masyarakat dari daerah lain yang ingin memberikan bantuan agar dapat menyalurkannya secara langsung ke titik lokasi penggalangan dana.
“Uluran tangan Bapak, Ibu, dan seluruh warga Kota Masohi maupun dari mana saja bisa disumbangkan langsung ke titik lokasi kami melakukan aksi. Jika tidak memungkinkan datang langsung, kami juga telah melampirkan nomor rekening yang tertera pada flyer atau spanduk penggalangan dana,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nazarudin menegaskan bahwa aksi tersebut bukan sekadar pengumpulan bantuan, tetapi juga menjadi bentuk solidaritas dan kepedulian masyarakat Maluku Tengah terhadap warga NTT yang sedang berduka akibat bencana.
“Di tengah tangisan pilu warga NTT, hari ini mereka membutuhkan cahaya lilin dan pelita, membutuhkan butiran beras dan sepotong roti, membutuhkan tetesan air minum dan susu. Alhamdulillah, suara kami ada bersama mereka,” tutup Nazarudin.
Keluarga Flobamora NTT Maluku Tengah berharap semakin banyak masyarakat, mahasiswa, organisasi kepemudaan, komunitas, maupun kelompok masyarakat lainnya yang ikut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Bantuan sekecil apa pun diharapkan dapat menjadi bagian dari kekuatan bagi masyarakat NTT dalam menghadapi masa sulit pascagempa.(*)