Liputan6.com, Jakarta - Manchester City mengawali Premier League 2026-27 dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Bournemouth di Etihad Stadium. Sempat tertinggal lewat gol Marcus Tavernier pada menit ke-26, The Citizens bangkit melalui Marc Guehi pada menit ke-84 dan Josko Gvardiol pada menit ke-90+1.
Kemenangan tersebut menjadi awal positif bagi tim asuhan Enzo Maresca meski performa antarlini belum sepenuhnya konsisten. Manchester City terlihat kesulitan membangun serangan pada beberapa fase, tetapi pergantian pemain memberikan energi baru untuk membalikkan keadaan.
Gianluigi Donnarumma tampil solid di bawah mistar, sedangkan lini belakang mendapatkan kontribusi penting dari Guehi dan Gvardiol. Di sisi lain, Rayan Cherki menjadi pembeda setelah memberikan dua assist yang memastikan tiga poin tetap berada di Etihad.

Donnarumma menjalankan tugasnya dengan baik melalui sejumlah penyelamatan penting dan penampilan kuat dalam situasi bola mati. Abdukodir Khusanov juga tampil solid meski terlibat dalam kesalahan yang berujung pada gol Tavernier.
Guehi memberikan kontribusi berbeda karena dimainkan di lini tengah dan mampu menjalankan peran tersebut dengan baik. Pemain Inggris itu kemudian menjadi pencetak gol penyama melalui sundulan setelah menerima sepak pojok dari Cherki.
Gvardiol melengkapi kebangkitan Manchester City pada menit ke-90+1. Selain mencetak gol kemenangan, bek Kroasia itu juga melakukan intersepsi penting pada babak pertama dan mulai menemukan performa terbaiknya.
Ruben Dias tetap kuat dalam bertahan, tetapi kehilangan bola terlalu sering menjadi catatan. Rico Lewis justru tampil di bawah standar dan kesulitan ketika harus bertahan maupun membantu penguasaan bola.

Elliot Anderson tampil sebagai salah satu pemain terbaik Manchester City sebelum ditarik keluar. Ia aktif meminta bola dan berusaha menciptakan sesuatu ketika permainan timnya belum berkembang.
Nico O'Reilly sempat melakukan penetrasi berbahaya pada babak pertama yang seharusnya menghasilkan peluang gol. Setelah itu, kontribusinya menurun dan ia kesulitan memberikan pengaruh dalam permainan.
Matheus Nunes langsung memberikan dampak setelah masuk menggantikan pemain lain. Kehadirannya membantu meningkatkan intensitas permainan Manchester City dan memperlihatkan nilai pentingnya bagi tim.
Mateo Kovacic juga menjalankan tugasnya dengan tenang setelah masuk menggantikan Anderson. Perannya di lini tengah ikut membantu Manchester City mengontrol pertandingan pada fase akhir.

Rayan Cherki menjadi pemain paling menentukan setelah masuk dari bangku cadangan. Dua assist yang diberikan kepada Guehi dan Gvardiol memperlihatkan kemampuan kreatifnya dalam membuka pertahanan Bournemouth.
Phil Foden justru kesulitan menemukan ritme permainan dan terlalu sering kehilangan bola. Jack Grealish kemudian memberikan lebih banyak agresivitas dalam penguasaan bola setelah menggantikannya.
Erling Haaland juga belum menunjukkan ketajaman terbaiknya pada laga ini. Namun, kehadirannya tetap menjadi ancaman konstan bagi pertahanan Bournemouth meski penyelesaian akhirnya belum maksimal.
Antoine Semenyo terus berusaha meski banyak aksinya tidak menghasilkan dampak berarti. Secara keseluruhan, Manchester City memperlihatkan kemampuan bangkit yang kuat, tetapi performa antarlini masih perlu diperbaiki agar lebih stabil pada pertandingan berikutnya.
Sumber: Esteemed Kompany