TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mulai memunculkan persoalan baru bagi warga di wilayah pesisir.
Di Kecamatan Pulau Hanaut, sebagian masyarakat kini kesulitan mendapatkan air bersih setelah sumber air yang biasa digunakan berubah menjadi asin akibat intrusi air laut.
Kondisi tersebut dirasakan warga di Desa Serambut, Bantian, dan Babaung.
Diketahui, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka kini bergantung pada pasokan air bersih yang disalurkan Pemerintah Kabupaten Kotim.
Sejak Sabtu (22/8/2026), Pemkab Kotim mendistribusikan sedikitnya 9.000 liter air bersih ke tiga desa tersebut.
Bantuan diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah krisis air yang terjadi selama musim kemarau.
Wakil Bupati Kotim Irawati mengatakan, dirinya bersama Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kotim, turun langsung meninjau proses distribusi air bersih ke wilayah terdampak.
"Saya bersama Kadis Damkarmat meninjau langsung pendistribusian air bersih di Kecamatan Pulau Hanaut," kata Irawati, Minggu (23/8/2026).
Penyaluran bantuan tidak dilakukan dengan mudah. Letak ketiga desa yang berada di seberang Sungai Mentaya membuat mobil tangki tidak bisa menjangkau lokasi secara langsung karena belum tersedianya akses jalan darat.
Air bersih yang dibawa menggunakan mobil tangki milik Damkarmat Kotim dan Perumdam Tirta Mentaya Sampit terlebih dahulu dipindahkan ke sejumlah profil tank berkapasitas 1.200 liter.
Setelah itu, air diangkut menggunakan perahu menyusuri Sungai Mentaya hingga tiba di desa tujuan.
"Air dari mobil tangki kemudian dipindahkan ke sejumlah profil tank yang selanjutnya diangkut menggunakan perahu menuju desa-desa penerima bantuan," ujarnya.
Menurut Irawati, kemarau yang berlangsung cukup lama menyebabkan sumber air masyarakat mengalami intrusi air laut.
Akibatnya, air yang sebelumnya digunakan warga berubah menjadi asin dan tidak lagi layak untuk kebutuhan konsumsi.
"Air yang tersedia saat ini tidak lagi layak dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat karena sudah terpengaruh intrusi air laut," jelasnya.
Ia berharap bantuan air bersih yang disalurkan pemerintah dapat membantu meringankan beban masyarakat hingga kondisi kembali normal.
Selain itu, ia mengapresiasi kerja sama Damkarmat, Perumdam Tirta Mentaya, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses distribusi.
Baca juga: Ekskavator Terbakar yang Ditemukan di Lahan Warga Diduga Bukan Milik Pemkab Kotim
Baca juga: Enam Desa Pesisir Kotim Mulai Krisis Air Bersih, Butuh 240 Ribu Liter per Pekan Selama Kemarau
"Kemarau kita hadapi bersama. Kebutuhan masyarakat menjadi prioritas kita," tegas Irawati.
Pemerintah Kabupaten Kotim memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan secara berkala selama musim kemarau masih berlangsung.
Wilayah-wilayah yang mengalami krisis air akibat kekeringan akan menjadi prioritas penyaluran bantuan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.