SURYA.co.id - Wildan Abadi, sopir taksi online asal Balikpapan, Kalimantan Timur memilih naik sepeda untuk menghadiri Muktamar NU di Tambakberas, Jombang yang berlangsung 27-31 Agustus 2026.
Wildan melakukan perjalanan lintas provinsi dengan mengayuh sepeda dari Balikpapan menuju Jawa Timur.
Ia dilepas dari Kantor PCNU Kota Balikpapan pada Minggu (23/8) sore. Pelepasan dilakukan jajaran kiai sepuh, di antaranya Katib PWNU Kaltim KH Mukhlasin dan Rais Syuriah PCNU Balikpapan KH Taufik Syahrul.
Wildan merupakan pengurus Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi). Ia memilih bersepeda karena menganggap mengendarai sepeda ontel atau ngonthel memiliki banyak nilai.
"Ngonthel menjadi sebuah pilihan karena mengandung banyak pesan moral, mulai kesederhanaan, kebersamaan, keseimbangan, keteguhan, kesabaran, ketelatenan dan semangat," ungkap Wildan sebelum berangkat, dikutip dari pesan rilis yang diterima SURYA.co.id.
Menurutnya, perjuangan membutuhkan proses dan tidak bisa dilakukan secara instan.
"Tidak ada perjuangan yang instan, semua melalui proses dari langkah pertama, kayuhan pertama yang pada akhirnya menuju ribuan langkah dan kayuhan berikutnya walau tidak jarang dalam menuju sebuah tujuan ada goyangan," imbuhnya.
Baca juga: Pemprov Jatim Siapkan Dukungan Muktamar NU ke-35 di Jombang, Presiden Dijadwalkan Hadir
Dalam perjalanan menuju Jombang, Wildan tidak langsung menuju lokasi Muktamar NU Tambakberas.
Ia didampingi Ferry Yuda, dalang wayang santri, dan berencana singgah di sejumlah tempat bersejarah NU.
Wildan akan berziarah ke makam KH Hasan Gipo, Ketua PBNU periode pertama. Ia juga akan menginap di Kantor PBNU pertama di Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan ke makam KH Hasyim Asy'ari.
Wildan juga memiliki hubungan dengan pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.
Wildan pernah menjadi karyawan di perusahaan yang dipimpin Gus Kikin.
“Semoga nanti bisa juga sowan ke beliau saat ziyarah ke makam KH Hasyim Asy'ari,” harap pria kelahiran 1986 tersebut.
Sebagai sopir taksi online sekaligus pengurus Lesbumi NU, Wildan berharap Muktamar NU di Tambakberas tetap memperhatikan tradisi dan perjuangan para pendahulu.
Ia juga berharap hasil Muktamar NU dapat semakin mendekatkan organisasi tersebut dengan masyarakat.
“Bukan sekadar memilih siapa yang memimpin, tetapi menentukan ke mana NU akan melangkah sehingga semakin besar jam'iyyahnya, semakin kuat jamaahnya, semakin dekat dengan rakyat dan semakin nyata manfaatnya bagi Indonesia dan dunia,” pungkas bapak dua anak ini.
Wildan diperkirakan tiba di lokasi Muktamar NU Tambakberas pada Rabu (26/8) sore.
Untuk memastikan keselamatannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Balikpapan KH Muslih Umar menginstruksikan pengawalan Banser hingga ke Pelabuhan Semayang, Balikpapan.