Jakarta (ANTARA) - Petenis Prancis Arthur Fils meraih gelar ATP Masters 1000 pertama dalam kariernya setelah menundukkan petenis tuan rumah Frances Tiafoe pada final Cincinnati Open di Ohio, Amerika Serikat, Senin WIB.

Petenis berusia 22 tahun itu menang 6-3, 1-6, 6-0 atas Tiafoe dalam pertandingan yang berlangsung sengit hingga set kedua sebelum Fils tampil dominan pada set penentuan.

"Wow, rasanya luar biasa. Rasanya sangat luar biasa. Ini hasil dari banyak latihan, banyak hal, banyak pengorbanan. Cedera juga. Bisa memenangkan satu gelar seperti ini sangat berarti bagi saya," kata Fils dikutip dari ATP.

Fils tampil agresif sejak awal pertandingan dan langsung mengambil kendali dengan merebut servis Tiafoe pada gim kedua untuk unggul 3-0. Ia kemudian mempertahankan keunggulan tersebut untuk mengamankan set pertama 6-3.

Tiafoe yang mendapat dukungan penuh dari penonton tuan rumah bangkit pada set kedua. Petenis Amerika Serikat berusia 28 tahun itu memanfaatkan penurunan permainan Fils untuk kembali memimpin 3-0 sebelum menyamakan kedudukan dengan kemenangan 6-1.

Namun, Fils kembali menemukan permainan terbaiknya pada set ketiga. Pukulan forehand bertenaga dengan topspin tinggi membuat Tiafoe kesulitan mengembangkan permainan dan Fils menyapu bersih set penentuan 6-0.

Fils sempat menyia-nyiakan dua match point ketika Tiafoe melakukan servis pada kedudukan 0-5. Namun, ia tidak melakukan kesalahan pada kesempatan berikutnya untuk memastikan kemenangan sekaligus mengangkat trofi Masters 1000 pertamanya.

"Ini sulit karena saya memulai dengan sangat, sangat kuat, kemudian pada set kedua saya sedikit kehilangan fokus. Dia bermain luar biasa dan memberikan tekanan kepada saya," ujar Fils.

"Saya berbicara kepada diri sendiri di toilet. Saya melihat diri saya di cermin dan berkata, 'Bahkan jika harus kalah, kamu tidak akan bermain lebih buruk. Jadi, kamu harus berjuang dan menemukan cara'."

Kemenangan atas Tiafoe menjadi kemenangan kedua Fils dalam dua pertemuan mereka dalam head to head ATP. Fils sebelumnya mengalahkan Tiafoe dalam pertemuan pertama kedua petenis tersebut.

Gelar Cincinnati juga mengakhiri penantian Prancis selama 12 tahun untuk memiliki juara Masters 1000. Fils menjadi petenis Prancis pertama yang menjuarai turnamen level tersebut sejak Jo-Wilfried Tsonga di Toronto pada 2014.

Fils memasuki Cincinnati dengan modal penampilan impresif setelah sebelumnya mencapai semifinal Masters 1000 di Miami dan Madrid pada musim ini. Dalam perjalanannya menuju final, ia juga menyingkirkan petenis peringkat 10 dunia Flavio Cobolli pada semifinal.

Menurut catatan menang/kalah ATP, Fils kini mengoleksi rekor 32 kemenangan dan 10 kekalahan sepanjang musim 2026. Keberhasilan di Cincinnati membuatnya naik delapan posisi ke peringkat kelima ATP Live Race To Turin.

Pada pembaruan peringkat ATP, Senin, Fils dipastikan naik 10 posisi ke peringkat tertinggi dalam kariernya, yakni No. 11 dunia. Ia hanya berjarak 335 poin dari Taylor Fritz yang menempati posisi ke-10.

Peluang Fils menembus 10 besar semakin terbuka karena ia tidak memiliki poin yang harus dipertahankan pada US Open. Tahun lalu, ia absen dari Grand Slam lapangan keras tersebut akibat cedera punggung.

Fils juga menjadi petenis kelahiran 2004 atau setelahnya kedua yang mampu menjuarai Masters 1000, mengikuti jejak Jakub Mensik yang meraih gelar di Miami pada 2025.