Teheran (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan dialog yang saling menghormati dengan rakyat Iran menjadi satu-satunya pilihan bagi Amerika Serikat untuk menyelesaikan konflik antara kedua negara.

"AS harus tahu bahwa tidak ada jalan lain bagi mereka selain berbicara secara hormat kepada rakyat Iran dan menemukan solusi berdasarkan keadilan dan kehormatan," kata Araghchi seperti dikutip kantor berita Jamaran pada Minggu (23/8).

Araghchi menilai perang ekonomi yang diumumkan Trump merupakan "skenario berulang" yang menunjukkan bahwa AS berada dalam keputusasaan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan dimulainya operasi ekonomi terhadap Iran.

Trump menyebut operasi tersebut sebagai "isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya" dan menyerukan negara-negara sekutu untuk bergabung dengan AS.

Ketegangan antara AS dan Iran dimulai pada 28 Februari saat AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, yang kemudian dibalas Iran dengan menyerang pihak lawan.

Kemudian, Maret, AS dan Israel menyerang sasaran di ladang gas South Pars serta kawasan industri Assaluyeh di Iran selatan.

Pada pertengahan Juni lalu, Iran dan AS telah menandatangani nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan. Namun, tidak lama kemudian, kedua pihak kembali saling melancarkan serangan.

Konflik tersebut hingga kini belum terselesaikan. Meski demikian, kedua pihak tidak sedang bertempur secara langsung, sementara AS mengandalkan tekanan ekonomi terhadap Iran.

Sumber: Sputnik